Harga Minyak Mentah Naik, IHSG Berpotensi Rebound Terbatas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan IHSG berpeluang rebound terbatas. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.780 dan resisten di 4.860.

    "Kenaikan kembali harga minyak mentah akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham berbasiskan komoditas energy," kata David dalam siaran persnya, Rabu, 27 April 2016. David mengatakan pasar juga akan digerakkan rilis laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral.      
            
    IHSG kemarin ditutup di 4.814,093, koreksi 1,3 persen atau 64,769 poin. Menurut David, tekanan jual mendominasi perdagangan saham setelah pemodal mengkhawatirkan pencapaian laba Kuartal I 2016 sejumlah emiten sektoral yang di bawah perkiraan sebelumnya. Dari eksternal sentimen pasar yang kurang kondusif di tengah penantian atas pertemuan Bank of Japan dan The Fed pekan ini turut menekan pergerakan IHSG kemarin.

    Pemodal asing yang pekan lalu mencatatkan pembelian bersih hingga Rp 1,4 triliun, kemarin mencatatkan penjualan bersih hingga Rp 812 miliar. Tekanan jual terutama melanda saham perbankan, infrastruktur, konsumsi, properti. Sedangkan aksi beli melanda saham perkebunan dan perdagangan.

    David mengatakan tekanan jual berkurang di akhir sesi. Pasar merespon kenaikan harga minyak mentah di pasar Asia kemarin di atas US$43/barel. Kenaikan harga minyak mentah berhasil mengangkat kembali saham sektoral yang terkait energi.

    Kenaikan harga minyak mentah di Amerila tadi malam turut mengangkat kembali pergerakan pasar saham Wall Street. Indeks DJIA dan S&P tadi malam berhasil rebound terbatas masing-masing menguat 0,07 persen dan 0,2 persen tutup di 17.990,32 dan 2.091,70. Harga minyak mentah tadi malam di Amerika naik 4,7 persen di US$ 44,66 per barel setelah pasar berspekulasi kelebihan suplai minyak dunia akan berkurang.

    Sementara itu, Kepala Riset NHK Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG berpotensi rebound minor di perdagangan Rabu, 27 April 2016. IHSG diperkirakan support di 4.756-4.801 dan resisten di 4.879-4.912.

    "Mulai redanya aksi jual membuat IHSG berpotensi rebound minor," kata Reza dalam siaran persnya, Rabu, 27 April 2016. Keadaan pasar global juga dia menilai turut mendukung perdagangan hari ini.

    Sedangkan Daewoo Securities memprediksi IHSG memiliki peluang technical rebound di area support 4.790-4.810 pada perdagangan hari ini.

    "Tekanan pelemahan yang masih berpeluang untuk berlanjut hari ini akan dibatasi oleh support 4.810/4,790," kata analis Daewoo Securities Heldy Arifien dalam siaran persnya, Rabu, 27 April 2016.

    IHSG kemarin ditutup di 4.814,093, koreksi 1,3 persen atau 64,769 poin. Menurut Heldy, perburuan terhadap saham unggulan seperti AALI, LSIP, IIKP, dan SIMP belum mampu mengembalikan IHSG kemarin ke zona hijau. Padahal, saham-saham tersebut menjadi motor penggerak penguatan sektor perkebunan 2,63 persen.

    Pagi ini, Daewoo merekomendasikan untuk membeli saham BBNI. Menurut Heldy, bullish signal pada titik 12,60 oversold stochastic saat penutupan kemarin membentuk formasi three inside down. Artinya, ada peluang pembalikan arah pada BBNI. "Kami perkirakan pergerakan harga saham BBNI hari ini akan berada dalam rentang harga 4.620-4.680," kata Heldy.

    Rekomendasi beli lainnya adalah saham LSIP. Formasi ladder bottom dengan bullish signal pada titik 48,28 oversold trading stochastic diperkirakan dapat kembali mendorong penguatan LSIP. Heldy menyarankan untuk mencoba melakukan penetrasi resistensi Rp 1.695. Dengan demikian, LSIP memiliki ruang untuk bergerak dalam rentang Rp 1.660-1.700.

    Saham rekomndasi beli terakhir adalah AALI. Ladder bottom yang terbentuk pada kondisi overbought trading di titik 63,16 stochastic, memberikan ruang bagi AALI untuk tetap bertahan pada area akumulasinya di rentang harga Rp 15.950-16.850.

    Saham-saham yang patut dicermati dan diwaspadai, menurut Daewoo, adalah sebagai berikut:

    1. Trading Buy: HMSP, UNVR, BBRI, AKRA, SSMS, dan ELSA
    2. Trading Sell: ADHI, ADRO, LPKR, WTON, MNCN

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.