Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman untuk April-September 2106

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pupuk Indonesia

    Pupuk Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi nasional mencukupi mulai April-September 2106 karena stoknya mencapai 1,2 juta ton.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan alokasi pupuk pada April 2016 sebanyak 276.684 ton, sedangkan stok nasional 1.258.419 ton atau surplus 981.735 ton.

    "Surplus ini mencukupi untuk menutup alokasi Peraturan Menteri Pertanian hingga September 2016," kata Aas usai panen padi di Kulon Progo, Selasa, 27 April 2016.

      Aasmengatakan Pupuk Indonesia sudah menyiapkan pupuk NPK sebanyak 653.818 ton, SP36 sebanyak 227.664 ton, ZA sebanyak 195.014 ton, dan organik 99.657 ton. Pupuk tersebut sebagian besar sudah berada di lini III dan IV untuk persiapan dalam menghadapi kebutuhan musim tanam.

    "Yang pasti, petani tidak akan kekurangan pupuk karena produsen pupuk sudah menyiapkan pupuk di gudang-gudang tingkat kabupaten dan distributor sudah kami minta mengantisipasi lonjakan permintaan," kata Aas.

    Terkait sering terlambatnya distribusi pupuk, Aas mengatakan pihaknya berupaya memperbaiki sistem yang ada dan meningkatkan komunikasi.

    Pupuk Indonesia telah melakukan berbagai pengamanan distribusi di antaranya pemberlakuan kios lengkap yang memuat semua produk subsidi seperti urea, NPK, SP36, ZA, dan organik.

    "Kami memberlakukan pengawasan stok pupuk di lapangan dan penebusan pupuk secara online sehingga stok dapat diketahui dengan cepat," kata Aas.

    Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan kuota pupuk untuk petani Kulon Progo mengalami kenaikan antara lima hingga 10 persen sesuai kebutuhan petani.

    "Kebutuhan pupuk di Kulon Progo setiap tahunnya hampir tidak ada kenaikan signifikan, kecuali pupuk organik kuota dinaikkan 10 persen," kata Bambang.

      Bambangmengatakan pupuk yang mendapat tambahan alokasi yakni urea dari 5.400 ton dengan harga eceren tertinggi (HET) Rp 1.800 per kilogram, SP 36 dari 847 ton naik menjadi 1.139 ton dengan HET Rp 2.000 per kg, ZA 3.053 ton dengan HET Rp 1.400 per kg, NPK dari 6.908 ton dengan HET Rp 2.300 per kg, dan organik 4.250 ton dengan HET Rp500 per kg.

    "Alokasi pupuk terbesar NPK. Harapannya, petani menggunakan pupuk majemuk. Artinya, petani kami imbau bergeser menggunakan pupuk NPK yang mengandung unsur majemuk yang dibutuhkan tanaman," katanya.

    Dia mengatakan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani terlebih dahulu tergabung dalam kelompok tani. Setelah itu, kelompok tani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok kebutuhan riil petani akan pupuk bersubsidi.

    "Kelompok tani menyusun RDKK kemudian diserahkan ke pengecer di lingkungan mereka. Kemudian pengecer mengajukannya ke distributor dan diserahkan kembali ke produsen pupuk. Penyerahan RDKK satu bulan sebelum masa tanam, sehingga kebutuhan pupuk saat tanam dapat tercukupi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.