Patimban Jadi Pengganti Cilamaya, Subang Siapkan Lahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Subang - Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih menyatakan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 4 hektare untuk pengembangan pelabuhan Patimban. Rencananya, Patimban akan menjadi pelabuhan internasional pengganti Cilamaya. "Dalam rapat di Kementerian Perhubungan, kami sudah diberi tahu bahwa Pelabuhan Patimban akan menjadi pelabuhan internasional," katanya, Selasa, 26 April 2016.

    Dia melanjutkan, pemerintah Subang telah membangun sejumlah sarana infrastruktur untuk melengkapinya. Di antaranya jalan sepanjang 10 kilometer selebar 30 meter yang membentang dari pelabuhan hingga jalur utama Pantura Mundusari, Pusakanagara.

    Dia berharap, hadirnya pelabuhan internasional Patimban ini dapat meningkatkan perekonomian di Subang. Dia juga menjamin tak ada konflik sosial terutama soal lahan di sana.

    Ketua Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal, mendukung pembangunan Pelabuhan Patimban Subang. Saat ini biaya yang harus ditanggung para eksportir bila melalui Tanjung Priok, Jakarta amat besar. "Ongkos transportasi mahal," ujarnya, Selasa, 26 April 2016.

    Sebelumnya Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Barat, Iwa Karniwa, Pelabuhan Patimban dalam hasil studi kelayakan Kemenhub keberadaannya mengalahkan lima pelabuhan lain, yaitu Tarumanegara di Bekasi, Pusakajaya di Karawang, Eretan dan Balongan di Indramayu, serta Cirebon. Patimban mendapat kategori layak dalam semua aspek yang dikaji, yakni hukum dan kelembagaan, transportasi, teknis, serta keselamatan dan konflik dengan pipa Pertamina.

    Ia mengungkapkan, sejak 2010, Patimban sudah dikembangkan menjadi pelabuhan regional. Pemerintah sudah mengucurkan dana lebih dari Rp 56,9 miliar untuk membenahi pelabuhan itu.

    Untuk mendukung proyek menjadikan Patimban pelabuhan internasional, Kementerian Pekerjaan Umum sedang membangun jalan agar pelabuhan itu terhubung dengan Jalan Tol Cikopo-Palimanan.

    Dengan dipilihnya Patimban, menurut Iwa, dibutuhkan biaya sekitar Rp 43,22 triliun. Dana itu dipakai untuk pengembangan pelabuhan yang diproyeksikan terbagi menjadi empat tahap.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.