Promosikan Wisata, Sultan Sepuh Cirebon Keliling Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sultan PRA Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh XIV mengelus kepala seorang bocah sata bersama bakapknya melakukan sungkeman pada prosesi Chaos sambil menunggu puncak acara Panjang Jimat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kesultanan Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sultan PRA Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh XIV mengelus kepala seorang bocah sata bersama bakapknya melakukan sungkeman pada prosesi Chaos sambil menunggu puncak acara Panjang Jimat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kesultanan Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat melakukan kunjungan ke sejumlah kota di China untuk mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata yang wajib dikunjungi wisatawan negeri panda itu.

    "Pemerintah telah menetapkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia sebanyak 10 juta dalam dalam lima tahun mendatang. Target tersebut tidak akan tercapai kalau kita tidak menyiapkan dengan baik promosinya," kata Arief kepada Antara di Beijing, Selasa (26 April 2016).

    Setelah diterima Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo, Arief melakukan kunjungan serta bertemu dengan delapan pimpinan daerah di China, antara lain Fuzhou, Tianjin dan Guangzhou.

    Ia mengatakan Kesepuhan Cirebon aktif mempromosikan Indonesia kepada masyarakat internasional, termasuk kepada China. "Terlebih kami juga berencana membangun kawasan wisata Laksamana Cheng Ho, seluas 100 hektare, guna makin menarik wisatawan Tiongkok," kata Sultan Sepuh.

    "Di dalam kawasan tersebut nantinya akan dibangun masjid, hotel, toko cenderamata dan wahana lainnya, mirip seperti Studio Universal di Singapura. Investasi yang dibutuhkan memang besar, sekitar lima triliun rupiah," ungkapnya.

    Sultan Sepuh XIV yang juga Presiden Komunitas Internasional Cheng Ho untuk Indonesia, mengatakan Cirebon menjadi salah satu jalur pelayaran serta perdagangan sutra dunia pada abad ke-15.

    "Cirebon juga pernah menjadi salah satu tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho dalam ekspedisinya ke Asia Tenggara," tuturnya.

    Dengan pembangunan kawasan wisata Cheng Ho tersebut, lanjut Sultan Sepuh, akan semakin menarik pelancong China ke Indonesia, khususnya Cirebon. "Saat ini, jumlah turis Tiongkok ke Cirebon masih kecil," ujarnya.

    Ia menambahkan melalui pembangunan kawasan Laksamana Cheng Ho, masyarakat kedua bangsa juga dapat saling belajar bagaimana hubungan sejarah Indonesia-Tiongkok.

    "Melalui pembangunan kawasan wisata Cheng Ho kita bisa saling belajar tentang perdamaian, persahabatan dan kekeluargaan antara masyarakat kedua bangsa, saat Cheng Ho melakukan persinggahan selama ekspedisinya," katanya.

    Untuk menarik wisatawan mancanegara, Cirebon khususnya Keraton Kesepuhan rutin mengadakan Pagelaran Kesenian Cirebon setiap tahun, Upacara Adat Tradisi Keraton Kesepuhan Cirebon, dan bulan lalu diadakan Festival Pesona Cirebon 2016.

    Kota Cirebon menjadi salah satu objek wisata jalur samudera Laksamana Cheng Ho. Sebuah paket wisata yang digagas Kementerian Pariwisata menjaring wisatawan Tiongkok.

    Terdapat sembilan daerah yang akan dijadikan wisata jalur Laksamana Cheng Ho, yakni Aceh, Palembang, Batam, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya dan Bali.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.