BKPM: Investasi Industri Alas Kaki Jatuh di Triwulan I 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM, Franky Sibarani. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Kepala BKPM, Franky Sibarani. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan investasi industri alas kaki nasional jatuh pada triwulan pertama 2016 menjadi hanya Rp372 miliar dibandingkan periode sama tahun 2015 yang mencapai Rp12,84 triliun.

    "Ini sangat mungkin terjadi karena beberapa proyek perluasan investasi industri sepatu nasional sudah selesai," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta, Senin (25 April 2016), dan menyebut bahwa penurunan itu wajar.

    Namun, penurunan di sektor alas kaki tidak terjadi pada industri padat karya lainnya. Franky melanjutkan, investasi untuk industri kayu pada triwulan I (Januari--Maret) 2016 mengalami peningkatan nilai dari Rp265 miliar menjadi Rp773 miliar.

    Bahkan, dalam periode yang sama, industri makanan mengalami penambahan nilai investasi sangat signifikan, dari Rp149 miliar menjadi Rp15 triliun pada 2016.

    Sementara investasi tekstil bertumbuh dari Rp1,2 triliun pada kuartal pertama 2015 menjadi Rp3,4 triliun tahun berikutnya.

    "Secara total, industri padat karya pada triwulan pertama 2016 meningkat 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp14 triliun menjadi Rp20 triliun," tutur Franky.

    BKPM sendiri mencatat realisasi investasi Indonesia pada triwulan pertama (Januari sampai dengan Maret) 2016 tercatat Rp146,5 triliun.

    Jumlah itu meningkat 17,6 persen dari periode yang sama pada tahun 2015 yang senilai Rp124,6 triliun.

    Pada triwulan I 2016 itu, Indonesia bisa menyerap 327.170 tenaga kerja dan ada 1.747 proyek baru yang telah diwujudkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.