Perusahaan Kurir TNT Luncurkan Layanan Antar Pakai Sepeda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director TNT Tomy Sofhian (kiri) bersama Operational Director TNT Barry Lim (kanan) menjelaskan armada barunya pada Soft Launching TNT Bike di Jakarta 25 April 2016. ANTARA FOTO

    Managing Director TNT Tomy Sofhian (kiri) bersama Operational Director TNT Barry Lim (kanan) menjelaskan armada barunya pada Soft Launching TNT Bike di Jakarta 25 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan jasa pengiriman barang, TNT, akan mengoperasikan sepeda sebagai moda transportasi baru untuk mengantar barang mulai Selasa, 26 April 2016. Kebijakan itu untuk menegaskan komitmen perusahaan menjaga lingkungan dengan mengurangi emisi karbon dan melayanani konsumen lebih maksimal.

    Menurut Managing Director TNT Indonesia, Tomy Sofhian, inisiatif menggunakan sepeda sebagai alat transportasi pengiriman barang muncul seiring kondisi urban yang semakin kompleks dan tingginya lalu lintas kendaraan bermotor. "Dengan bersepeda, kami berharap dapat menyediakan solusi layanan transportasi yang eco-friendly,” kata Tomy dalam keterangan pers, Senin, 25 April 2016.

    Ia yakin sepeda merupakan alternatif yang baik karena dapat bergerak lebih fleksibel di daerah-daerah layanan yang macet. Juga menghemat waktu karena tidak wajib parkir di area tertentu yang biasanya disediakan untuk sepeda motor, serta lebih ekonomis karena tidak perlu membeli bensin. "Biaya operasional bisa turun 25 persen."

    Tomy memberi gambaran, dengan menggunakan sepeda, kurir bisa berhemat 15 menit di tiap destinasi atau lokasi pengiriman. Bila rata-rata pengiriman ke 30 lokasi per hari, maka dokumen atau barang bisa sampai lebih cepat ke tangan konsumen.

    Ia menambahkan TNT bicycle project telah banyak digunakan di Eropa seperti di Italia, Benelux, Inggris dan Belanda. Khusus untuk Indonesia, akan diujicobakan di Jakarta yakni di kawasan SCBD, Senayan, Jalan Senopati, dan Jalan Walter Monginsidi. Perusahaan tidak mematok target bisnis tertentu karena proyek ini lebih ditujukan sebagai layanan yang eco-friendly untuk mengurangi emisi CO2.

    EFRI RITONGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.