Realisasi Investasi, Buka Lapangan Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kedua kanan), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kanan) dan President Commissioner PT AKR Corporindo Tbk Soegiarto Adikoesoemo (kiri) meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kedua kanan), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kanan) dan President Commissioner PT AKR Corporindo Tbk Soegiarto Adikoesoemo (kiri) meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kenaikan penyerapan tenaga kerja pada triwulan pertama tahun ini. Sebanyak 327.170 lapangan kerja tersedia selama Januari-Maret, naik 3,08 persen dibanding data triwulan pertama tahun lalu yang tercatat 315.229.

    "Pencapaian realisasi investasi ini positif bagi upaya pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja " ujar Kepala BKPM Franky Sibarani di kantor BKPM, Jakarta, Senin, 25 April 2016. Perinciannya, realisasi penanaman modal asing membuka 190.610 lapangan kerja, dan dari penanaman modal dalam negeri menyerap 327.170 tenaga kerja.

    Franky menjelaskan penyerapan tenaga kerja dari luar Jawa sebanyak 146.320 orang, naik 17,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, pembukaan lapangan kerja di Jawa menunjukkan penurunan. Pada triwulan pertama 2015 penyerapan tenaga kerja di Jawa tercatat 190.298 orang, sedangkan triwulan pertama tahun ini 180.850 saja, atau turun 5 persen.

    Lima sektor terbesar realisasi penanaman modal dalam negeri adalah industri makanan (Rp 8,9 triliun), tanaman pangan dan perkebunan (Rp 8,8 triliun), industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi (Rp 5,7 triliun), listrik, gas, dan air (Rp 5,1 triliun), serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp 5 triliun).

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.