Ada Tutup Kloset Cantik di Inacraft 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tutup kloset, tempat sabun, kaca kamar mandi, dan wastafel yang terbuat dari bahan polyester resin buatan Decoresion Hand Crafted dalama acara Inacraft 2016 di JCC, Jakarta, 24 April 2016. Tempo/ Diko Oktara

    Tutup kloset, tempat sabun, kaca kamar mandi, dan wastafel yang terbuat dari bahan polyester resin buatan Decoresion Hand Crafted dalama acara Inacraft 2016 di JCC, Jakarta, 24 April 2016. Tempo/ Diko Oktara

    TEMPO.CO, Jakarta - Stand Decoresion Hand Crafted tampak berbeda dengan stand lain di acara Inacraft. Hal ini karena mereka menjual tutup kloset dari bahan polyester resin sebagai produk unggulan. "Kami fokus di kamar mandi karena enggak ada yang mengeluarkan (produk) ini," kata Direktur Decoresion Fernanda Reza saat ditemui di Jakarta Convention Center, Ahad, 24 April 2016.

    Reza melanjutkan,  tutup kloset dipilih karena menurutnya sekarang orang banyak yang ingin merasakan kenyamanan juga ketika berada di kamar mandi. "Buat yang tinggal di apartemen, atau rumah-rumah kecil, boleh saja kalau menghias kamar mandi mereka."

    Berbeda dengan tutup kloset biasa yang berwarna putih, tutup kloset yang dijual oleh Reza beraneka macam warna. Di dalam tutup kloset itu pun terdapat hiasan kulit kerang yang mempercantik tampilan tutup kloset itu. "Proses pembuatannya sekitar satu minggu," ujarnya.

    Ia mengaku memang memilih warna  laut pada hiasan produk-produknya, karena ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan. "Negara kepulauan itu punya kekuatan bagus," Reza menambahkan.

    Selain tutup kloset, Reza juga menjual produk kamar mandi lain seperti tempat sabun, kaca kamar mandi, dan wastafel yang semuanya  berbahan  sama dengan tutup kloset. Ia  membanderol produknya hingga harga Rp 2,8 juta. "Yang paling murah itu tempat sabun Rp 50 ribu, kalau wastafel Rp 2,8 juta."

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.