Pengembangan Bandara Juanda Tiru Konsep Bandara Incheon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Incheon berada di urutan kedua bandara terbaik di dunia. businessinsider.com

    Bandara Internasional Incheon berada di urutan kedua bandara terbaik di dunia. businessinsider.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan pengembangan Bandara Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, meniru konsep Bandara Incheon, Korea Selatan. Namun dia berharap kelak Juanda mampu mengungguli kualitas Incheon.

    Setelah Terminal 3 dan dua landasan pacu rampung dibangun, Soekarwo optimistis Juanda bakal menjelma menjadi salah satu bandara terbesar di Asia. "Kami belajar konsep pembangunannya dari Incheon," tutur Soekarwo kepada Tempo, Sabtu, 23 April 2016.

    Menurut Soekarwo, pengembangan Bandara Juanda menggunakan konsep airport city. Artinya, bandara tersebut tidak lagi hanya sebagai tempat naik-turunnya penumpang, tapi juga sebagai tempat rekreasi dan belanja. "Akan jadi sentra belanja untuk komunitas produk-produk lokal yang bermerek," katanya.

    Sentra belanja dan rekreasi itu, katanya, dibangun di bawah permukaan tanah (underground). Para pengantar penumpang dapat belanja di tempat tersebut sembari mengantar atau menjemput penumpang. "Pengembangan bandara dibangun di atas lahan 6.000 hektare," ujarnya.

    Adapun soal jumlah biaya yang dibutuhkan, Soekarwo tidak bersedia menyebutkan. Dia hanya mengatakan bahwa jumlah garbarata (jalan penghubung antara pesawat dan penumpang di ruang tunggu) ditambah. Total ada 149 garbarata di Terminal 1, 2, dan 3. "Bandara Suvarnabhumi (Bangkok, Thailand) kalah dengan Juanda," katanya.

    Soekarwo berharap tahapan pengembangan bandara disegerakan. Tahap pertama berupa pengesahan masterplan, pembebasan lahan, reklamasi untuk runway 1, serta runway 2. Tahap kedua berupa pengembangan Terminal 1, reklamasi untuk runway 3, pembangunan runway 3, serta aksesibilitas dari tol dan terminal.

    Adapun tahap ketiga ialah pembangunan terminal ultimate dan infrastruktur penunjang airport city. "Dengan menambah dua runway baru diperkirakan dapat melayani sekitar 70 juta penumpang," katanya.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!