Elvyn G. Masassya Jadi Dirut Pelindo II

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut PT Jamsostek Elvyn G. Masassya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Dirut PT Jamsostek Elvyn G. Masassya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara menunjuk bekas Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G. Masassya, sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (IPC/Indonesian Port Corporation II). Elvyn menggantikan  R.J Lino, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane ‎di Pelindo II tahun anggaran 2010.

    Penunjukan itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor SK-82/MBU/04/2016 tanggal 22 April 2016. Corporate Secretary IPC, Banu Astrini, mengatakan pengangkatan direktur baru ini diharapkan bisa menggiatkan berbagai program modernisasi pelabuhan eksisting maupun merealisasikan rencana pengembangan pelabuhan baru di berbagai lokasi.

    “Kami optimistis hal ini akan meningkatkan kinerja perseroan dalam merealisasikan rencana bisnis jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Banu. Selain itu, Banu berharap IPC bisa terus mendukung program pemerintah dalam pembangunan proyek kepelabuhanan.

    Elvyn G. Masassya belum mau berkomentar banyak mengenai program prioritas. Saat ini, kata Elvyn, dia akan melakukan tahap konsolidasi terlebih dahulu. “Baru setelah itu kami lihat mana saja program-program yang bagus dan akan dikembangkan. Intinya bagaimana menjadikan IPC ini menjadi yang terbaik,” ujar Elvyn.

    Adapun susunan baru jajaran Direksi Pelindo II saat ini adalah sebagai berikut Elvyn G. Masassya sebagai Direktur Utama, Saptono R. Irianto sebagai Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha dan Pelaksana Tugas Direktur Teknik, Dana Amin sebagai Direktur Operasi, Orias P. Moedak sebagai Direktur Keuangan, dan Dede R. Martin sebagai Direktur Pembinaan Anak Perusahaan.

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?