RI Bidik Kerja Sama Pelatihan Kejuruan Jerman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke beberapa negara di Eropa sangat penting. Salah satu hal penting dalam kunjungan itu, menurut dia, adalah terkait dengan pelatihan sumber daya manusia.

    "Untuk pendidikan, pemerintah sudah punya anggaran 20 persen. Tapi masih ada yang harus dikembangkan, yaitu vocational training. Jerman terkenal dengan kelebihannya di bidang pelatihan vokasional," ujar Darmin dalam keterangan resminya, Jumat, 22 April 2016.

    Menurut Darmin, pelatihan vokasional atau pendidikan kejuruan perlu dikembangkan dalam menghadapi era persaingan dan perdagangan bebas saat ini. Kementerian Tenaga Kerja memang telah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK). "Tapi, agar pelatihan itu memiliki standar kualitas, perlu kerja sama dengan lembaga akreditasi dan sertifikasi," ucapnya.
     
    Kunjungan itu pun, menurut Darmin, penting dalam kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa. Pemerintah sudah memiliki konsep dan garis besar dalam kerja sama itu. "Dan tentu saja, kami juga menerima komentar dari mereka. Nanti, kalau ada kesepakatan, kami sudah siap," tutur Darmin.

    Pada 17-23 April 2016, Presiden Jokowi berkunjung ke empat negara di Eropa, yakni Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda. Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi Darmin, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

    Kunjungan kerja Jokowi kali ini bertujuan memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa, terutama di bidang perdagangan, investasi, maritim, dan pengelolaan air. Selain itu, Jokowi mengajak pimpinan negara-negara Eropa menyebarkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian di tengah maraknya ekstremisme dan terorisme.

    Selama lima hari kunjungan kerja itu, Jokowi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Kanselir Jerman, Perdana Menteri Inggris, dan Perdana Menteri Belanda. Selain itu, Jokowi akan diterima tiga petinggi Uni Eropa, yakni Presiden Parlemen Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan Presiden Komisi Eropa.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.