Limbah Kain Bisa Berharga Puluhan Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan pada pameran kerajinan Inacraft ke-16, di Jakarta, Rabu (23/4). TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan pada pameran kerajinan Inacraft ke-16, di Jakarta, Rabu (23/4). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Pada awalnya tak terbersit di kepala Fatchurohman untuk menjadi seorang pedagang karya seni, apalagi membuat salah satunya. Namun sekarang ia menjadi salah satu peserta di Jakarta International Handycraft Trade Fair (Inacraft) 2016 memamerkan hasil karya seni miliknya, yakni lukisan kolaste dari kain-kain bekas.

    Pria lulusan Jurusan Desain Tekstil Institut Teknologi Bandung angkatan 1986 itu pada awalnya hanya bekerja di sebuah perusahaan kertas handmade. Jenuh akan pekerjaannya, ia mulai berpikir membuat material baru yang didasarkan pada pengetahuan yang didapatnya selama ini.

    "Karena dasarnya orang desain, saya tertarik buat material baru. Saya kemudian mencoba mengkombinasikan antara tekstil dan teknik yang saya dapatkan dari handmade paper," kata Fatchurohman saat ditemui dalam pameran Inacraft, Rabu, 20 April 2016.

    Dari hasil kombinasi dengan menggunakan teknik kolaste itu, ia menghasilkan sebuah karya bernilai seni tinggi. Berbekal pengetahuan akan nilai-nilai sebuah kain dari desain tekstil, karya-karyanya kemudian dikenal akan orisinalitas tekstil di dalamnya.

    "Ada sesuatu yang baru, karakter dalam kain-kain lama yang sudah enggak mungkin orang pakai. Padahal motifnya hebat. Saya masukkan kolaste dan ada sesuatu yang indah. Orang lain pun bilang menarik," kata pria asal Magelang itu.

    Berbekal hubungan baik dengan para perajin lain, tujuh tahun lalu, Fatchurohman pun memulai bisnisnya dengan memberi label Fatchcraft pada hasil karyanya. Ia mulai mengikuti ekshibisi dan pameran dengan mempertontonkan karyanya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Fatchurohman mengikuti pameran Inacraft. Ia mengakui penjualan karyanya di pameran semacam ini meningkat tajam. "Di pameran memang yang paling banyak pembeli. Peminatnya ternyata tinggi," tuturnya.

    Lukisan kolaste kain bekas Fatchurohman dihargai jutaan rupiah. Bahkan lukisan berukuran 240 x 150 sentimeter dibayar hingga puluhan juta rupiah. Di bengkel seninya di Bandung, ia sekarang mempekerjakan 12 pegawai.

    Di Inacraft 2016, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Fatchurohman bergabung bersama 1.400 perajin lain memamerkan hasil karyanya. Inacraft 2016 digelar mulai hari ini, 20 April, hingga 24 April 2016.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.