Lebih dari 6.000 Penari Siap Meriahkan Solo Menari 24 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 3.000 penari ikut memeriahkan acara Solo menari 24 jam, beberapa maestro penari ikut memeriahkan acara ini diantaranya Mulyani merupakan penari Bedaya dari Solo, Jan Malibela (Suku Malamoi, Papua), Sawitri (Penari Topeng Sabrang Lor Tegal), dan Temu (penari Gandrung Banyuwangi). Surakarta, 29 April 2015. Tempo/Bram Selo Agung

    Sebanyak 3.000 penari ikut memeriahkan acara Solo menari 24 jam, beberapa maestro penari ikut memeriahkan acara ini diantaranya Mulyani merupakan penari Bedaya dari Solo, Jan Malibela (Suku Malamoi, Papua), Sawitri (Penari Topeng Sabrang Lor Tegal), dan Temu (penari Gandrung Banyuwangi). Surakarta, 29 April 2015. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan penari dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri akan ikut memeriahkan gelaran tahunan "Solo Menari 24 Jam" dalam rangka memeringati Hari Tari Dunia, pada 28-29 April 2016.

    "Ada 6.000 penari lebih dari berbagai pelosok Indonesia dan luar negeri siap ikut memeriahkan Solo Menari 24 Jam," kata Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo Prof.Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, di Solo, Rabu, 20 April 2016.

    Di antara mereka yang tampil adalah Samsuri, dosen tari ISI Solo dan Mujosetyo pemain Wayang Orang Barata Jakarta yang bakal menari selama 24 jam tanpa henti.

    Sejumlah maestro tari juga ikut serta yaitu Ponity asal Banyuwangi, Jawa Timur, dan Ida Bagus Oka Wajana dari Bali.

    "Gelaran tahunan di Kota Solo, dan digelar yang kesembilan ini, animo seniman tari Indonesia sangat luar biasa, meningkat dibanding tahun sebelumnya," kata Sri.

    Sri mengatakan, tahun lalu peserta hanya 150 grup dengan penari sebanyak 4.000 orang. Sementara tahun ini diikuti 221 grup dengan melibatkan 6.000 penari. Tiga grup berasal dari Malaysia, satu grup Cina, dan 18 grup dari luar Jawa, sisanya dari Jawa.

    "Solo Menari 24 Jam" akan dibuka pada pukul 15.30 WIB, Kamis, 28 April 2016 dan ditutup 24 jam kemudian. Acara digelar di sejumlah lokasi antara lain sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari bundaran Gladag hingga Kantor Balaikota Surakarta, kawasan kampus ISI Surakarta, SMK Negeri 8, dan sejumlah mal.

    Tarian massal Gambyong yang diikuti sebanyak 1.000 penari akan digelar di Jalan Sudirman.

    Begitu antusiasnya ingin tampil di Solo, sejumlah penari datang tanpa fasilitas dan undangan dari panitia.

    "Kami sebagai panitia bangga atas antusias peserta ini. Namun, kami juga kesulitan dalam menyusun jadwal pentasnya," kata Ketua Panitia Solo Menari 24 Jam, Joko Aswoyo.

    Selain diisi dengan aneka tarian, "Solo Menari 24 Jam" juga akan diisi dengan Seminar Internasional yang menampilkan pembicara Prof Tiantong Zhan dari China, Prof Shahanum Mohd dari Malaysia, Narumol Thammapruksa dari Thailand dan Wahyu Santoso Prabowo dari ISI Solo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.