85 Pasar Tradisional Akan Direvitalisasi Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang bersiap sebelum berjualan di Pasar Petojo Enclek di Jalan Suryo Pranoto Gg IX Kelurahan Petojo Selatan, Jakarta, 5 Februari 2016. Rencana 10 pasar tradisional yang akan direvitalisasi adalah Pasar Sinar, Pasar Petojo Enclek, Pasar Karet Belakang, Pasar Waru, dan Pasar Cawang Kavling. TEMPO/Subekti

    Pedagang bersiap sebelum berjualan di Pasar Petojo Enclek di Jalan Suryo Pranoto Gg IX Kelurahan Petojo Selatan, Jakarta, 5 Februari 2016. Rencana 10 pasar tradisional yang akan direvitalisasi adalah Pasar Sinar, Pasar Petojo Enclek, Pasar Karet Belakang, Pasar Waru, dan Pasar Cawang Kavling. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tahun ini akan merevitalisasi 85 pasar tradisional menjadi pusat perdagangan lokal. Dari jumlah itu, 65 di antaranya merupakan pasar rakyat reguler serta 20 lain berada di daerah perbatasan, tertinggal, dan pascabencana.

    “Kami berharap upaya revitalisasi tersebut mampu menjadikan pasar rakyat sebagai pusat pasar perdagangan produksi lokal dengan kualitas barang dan harga yang bersaing,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah I Wayan Dipta dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 April 2016.

    Untuk revitalisasi, pemerintah akan memprioritaskan pasar yang kondisinya kurang layak. Revitalisasi juga diprioritaskan bagi pasar belum permanen yang terletak di kecamatan, pedesaan, daerah pascabencana, dan wilayah pemekaran yang belum pernah mendapat program revitalisasi pemerintah.

    Baca Juga: Kementerian Koperasi dan UKM Targetkan Revitalisasi 85 Pasar 

    Wayan berujar, revitalisasi pasar rakyat harus mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang makin beragam. “Pasar rakyat tetap berpegang pada kultur yang ada di masyarakat lokal.”

    Upaya awal yang dilakukan pemerintah adalah mengubah paradigma pasar, selain sebagai tempat transaksi, juga menjadi aktualisasi diri secara sosial, ekonomi, dan menjadikan media rekreasi berbasis budaya lokal. Ke depan, ucap Wayan, pandangan bahwa pasar kumuh, becek, dan tidak nyaman bisa berubah. Ia menilai reformasi koperasi sebagai pengelola pasar rakyat juga perlu dilakukan, agar pengelolaan pasar bisa profesional.

    Wayan mengklaim pihaknya sudah memfasilitasi revitalisasi terhadap 597 pasar rakyat pada 2003-2015. Program itu dianggap perlu agar setiap lima desa di Indonesia memiliki satu pasar yang representatif, bersih, aman, nyaman, dan menjadi pasar harian permanen. Hal itu diharapkan mampu memperbaiki ekonomi rakyat dan memperluas kesempatan kerja.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.