Pembukaan Perdagangan, Indeks Saham Terkoreksi Tipis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 20 April 2016, melemah setelah tiga hari berturut-turut menguat. IHSG turun 0,12 persen atau 5,68 poin ke level 4.876,25.

    Kepala Riset NHK Indonesia Reza Priyambada mengatakan penguatan selama tiga hari ke belakang tidak diikuti peningkatan volume yang cukup tinggi. Sebab, ada aksi jual memanfaatkan kenaikan sebelumnya. "Dari pola yang terbentuk memungkinkan terjadinya koreksi," kata Reza dalam siaran persnya, Rabu, 20 April 2016.

    Reza menambahkan, imbas bursa saham global yang melanjutkan kenaikannya diharapkan dapat mengimbangi potensi profit taking tersebut. "Sehingga pelaku pasar masih dapat bertahan," ujarnya.

    Kemarin, indeks ditutup menguat 0,34 persen atau 16,40 poin ke posisi 4.881,93 dari pembukaan pada level 4.875,50. Pada perdagangan hari ini, Reza memprediksi IHSG support pada kisaran 4.856-4.868 dan resisten 4.899-4.911.

    Baca: BPJT Optimistis Tol Trans-Jawa Selesai 2018

    Analis dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan IHSG masih berpeluang menguat dalam rentang terbatas pada perdagangan, Rabu, 20 April 2016. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support pada posisi 4.870 dan resisten pada 4.910 cenderung positif. 
                                      
    "Pasar digerakkan dengan rilis laba 1Q16 sejumlah emiten yang keluar menjelang akhir April," ucap David dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 April. Bank Indonesia pada pertemuan pekan ini diperkirakan tetap menahan BI Rate pada angka 6,75 persen, turut menopang sentimen positif pasar.

    Menurut David, saham pertambangan dan energi berpeluang melanjutkan tren bullish. Penguatan rupiah atas dolar Amerika Serikat turut menopang sentimen positif atas saham sektor properti dan konsumsi.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.