Tren Kebutuhan Suplemen Kesehatan di Industri Farmasi Naik 30 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat-obatan/vitamin/suplemen. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    Ilustrasi obat-obatan/vitamin/suplemen. REUTERS/Srdjan Zivulovic

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Kalbe Farma mengungkapkan tren kebutuhan konsumen terhadap produk kesehatan. Deputi Direktur Pengembangan Bisnis Perusahaan PT Kalbe Farma Fransiscus Xaverius Widiyatmo mengatakan masyarakat kini memiliki kesadaran kesehatan yang cukup baik. Sebab, penyakit yang muncul pada masa mendatang banyak berkaitan dengan gaya hidup. 

    “Kemungkinan besar yang akan banyak muncul adalah penyakit yang berkaitan dengan stres dan pola hidup masyarakat,” ucapnya di sela acara roadshow Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016 di Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 19 April 2016.

    Hal itu turut mempengaruhi tingginya permintaan functional food atau produk makanan yang menunjang kesehatan. “Peningkatan kontribusinya setiap tahun lebih dari 30 persen, jauh lebih tinggi dibanding obat,” ujar Widiyatmo. Sedangkan pertumbuhan pasar sektor obat hanya berkisar 10 persen.

    Karena itu, penelitian produk kesehatan ke arah gaya hidup sangat dibutuhkan masyarakat. “Ke depan itu adalah bagaimana kita menghasilkan produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup dan look and feel young,” tuturnya.

    Pihaknya pun mendorong para peneliti meneliti topik-topik riset yang dibutuhkan industri, dalam hal ini konsumen. “Sebab, bisa atau tidaknya komersialisasi hasil penelitian sangat bergantung pada konsumen dan kondisi pasar Indonesia,” kata Widiyatmo.

    Selain itu, Kalbe menyarankan peneliti berfokus pada empat hal utama di bidang industri, yakni bio pharmaceutical atau bio teknologi, vaksin, natural, dan chemical API. “Empat area itu fokus utama,” ucapnya.

    Dari sana, peneliti dapat memperoleh peluang besar, agar hasil penelitiannya dilirik perusahaan-perusahaan yang menaruh perhatian sesuai dengan prioritasnya masing-masing. “Tidak hanya Kalbe, tapi dilihat dari sudut industri kesehatan.”

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!