Rupiah Diprediksi Masih Bertahan di Zona Hijau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memprediksi support (batas atas) dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hari ini berada di level 13.160 dan resisten (batas bawah) di posisi 13.138. Adapun kemarin nilai tukar rupiah ditutup pada level 13.150.

    “Imbas kenaikan sejumlah komoditas seiring belum adanya tanda-tanda dari The Fed (Bank Sentral Amerika) menaikkan tingkat suku bunga acuannya memberikan kesempatan kepada rupiah untuk ikut berbalik positif,” ujar Reza melalui siaran pers, Rabu, 20 April 2016.

    Reza mengatakan imbas tersebut tentunya baik bagi laju rupiah untuk dapat bertahan dan melanjutkan pergerakannya di zona hijau. Namun ia meminta para pelaku pasar tetap mencermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.

    Baca Juga: Wow, Garuda Tawarkan Diskon 80 Persen di GATF 2016

    Ia sempat memperkirakan rupiah akan masuk zona merah kemarin. Namun nyatanya, rupiah malah melenggang dan melaju signifikan ke zona hijau. “Perkiraan kami akan cenderung mendatarnya pergerakan rupiah yang sesekali akan diwarnai pelemahan mampu ditepis dengan adanya berita The Fed,” ucap Reza.

    Reza menuturkan pelaku pasar belum melihat adanya tanda-tanda The Fed mengumumkan kenaikan tingkat suku bunganya hingga kini. Kondisi ini dimanfaatkan para pelaku pasar yang berimbas pada penguatan nilai tukar rupiah.

    Ia pun tak dapat memprakirakan kapan The Fed akan mengumumkan kenaikan tingkat suku bunganya. Awalnya, The Fed diperkirakan mengumumkannya Maret lalu, tapi nyatanya hingga kini masih belum juga.

    Reza menambahkan, awalnya, direncanakan akan ada empat kali kenaikan, lalu beredar rumor menjadi dua kali. “Kini malah ada rumor sekali kenaikan.”

    BAGUS PRASETIYO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.