Kemenlu Dorong Pengusaha Sumut Sinergi dengan Kanada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan upaya pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 5 April 2016. Pemerintah mengutamakan opsi dialog dalam pembebasan 10 WNI tersebut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan upaya pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 5 April 2016. Pemerintah mengutamakan opsi dialog dalam pembebasan 10 WNI tersebut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk meningkatkan aktivitas perdagangan lintas negara, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mendorong kalangan pengusaha Sumatra Utara (Sumut) menjalin kerja sama bersinergi dengan pengusaha Kanada.

    Pejabat Fungsional Diplomat Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Andriana Supandy menuturkan pasar perdagangan di Kanada sangat prospektif untuk dijajaki. Alasannya, jumlah penduduk di Kanada dan pendapatan per kapita juga cukup tinggi.

    "Potensinya sangat besar baik dari sisi jumlah penduduk, pendapatan per kapita, regulasi yang sangat mudah dan aman," ungkapnya di Medan, Selasa (19 April 2016).

    Dia menilai kondisi tersebut akan membuat kalangan pengusaha terutama pengusaha yang baru menjajaki pasar Kanada semakin nyaman. Andriana mengungkapkan jumlah penduduk Kanada saat ini mencapai 35,8 juta jiwa, dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai US$1,9 triliun atau masuk sebagai negara 10 terkaya di dunia.

    Adapun alasan Kemenlu mendorong pengusaha Sumut, terutama Kota Medan untuk masuk ke Kanada sebab hasil kerajinan tangan usaha kecil dan menengah (UKM) terbilang memiliki kualitas yang bagus. Menurutnya, akan cukup banyak produk inovatif yang bisa dikirim dari Sumut ke Kanada.

    Untuk mengembangkan UKM, katanya, Kanada pun memberikan pelatihan dalam hal perencanaan dan penganggaran. Sehingga aktivitas yang dijalin tak hanya dari sisi perdangan, akan tetapi pelatihan sumber daya manusia juga akan ditingkatkan sehingga usaha yang berkualitas dan berkelanjutan bisa terjalin.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.