Pertamina Klaim Pertalite Mulai Geser Premium di Kalimantan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi  bahan bakar Pertalite. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Ilustrasi bahan bakar Pertalite. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Balikpapan - Kepala Hubungan Masyarakat PT Pertamina (Persero) Kalimantan Dian Hapsari mengatakan konsumsi bahan bakar minyak jenis Premium turun 1,7 persen selama 2016. Konsumen berpaling ke Pertalite, yang mulai dipasarkan di Samarinda sejak September tahun lalu. “Ini pertama kalinya konsumsi Premium di Kalimantan turun," ucap Dian di Balikpapan, Sabtu, 16 April 2016.

    Menurut Dian, konsumsi normal Premium di Kalimantan per bulan mencapai 170 ribu kiloliter. Namun, selama tiga bulan terakhir, konsumsinya menurun menjadi 167 ribu kiloliter. Sebaliknya, ujar Dian, pemakaian Pertalite mengalami lonjakan signifikan.

    Dian menyebutkan konsumsi Pertalite naik menjadi 10 ribu kiloliter dari yang sebelumnya hanya 832 kiloliter. “Peningkatannya signifikan," tuturnya.

    Berdasarkan data Pertamina, konsumsi Pertalite di Kalimantan mencapai 25.188 kiloliter sampai Maret lalu atau melampaui target penjualan yang ditetapkan.

    Konsumsi Pertamax di Kalimantan juga mengalami peningkatan menjadi 6.000 kiloliter dari sebelumnya 5.034 kiloliter. Peningkatan itu, kata Dian, seiring dengan kualitas Pertalite yang makin mendapat kepercayaan masyarakat.

    Dian berujar, ada pergeseran pola pikir masyarakat yang mulai mengakui keunggulan Pertalite dan Pertamax. Dua produk ini memang sesuai dengan teknologi kendaraan bermotor roda dua dan empat.
     
    Pertamina terus menggenjot jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum yang menjual Pertalite di Kalimantan menjadi 195 selama sebulan terakhir. Hingga kini di Kalimantan Barat baru Ketapang yang tersentuh distribusi Pertalite. Adapun di Kalimantan Timur terdapat sepuluh SPBU yang melayani pembelian Pertalite. Kesepuluh SPBU tersebar di Samarinda, Balikpapan, Bontang, Sanagata, Tenggarong, dan Muara Badak.

    S.G. WIBISONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.