Pasar di Malang Direvitalisasi Jadi Sentra Produk UMKM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta pameran membuat batik tulis pada pameran Katumbiri Expo 2015 di Jakarta Convention Center, 10 Desember 2015. Pameran diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari UMKM matang serta yang masih merintis. TEMPO/Tony Hartawan

    Peserta pameran membuat batik tulis pada pameran Katumbiri Expo 2015 di Jakarta Convention Center, 10 Desember 2015. Pameran diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari UMKM matang serta yang masih merintis. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar Bareng, Kota Malang, Jawa Timur, direvitalisasi tahun ini dengan dana sebesar Rp10 miliar dan nantinya akan menjadi sentra produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) selain pasar rakyat konvensional.

    Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan pembiayaan untuk proyek revitalisasi pasar rakyat tersebut sepenuhnya dari pemerintah lewat Kementerian Perdagangan.

    “Realisasi pembangunannya tahun ini. Kami segera melakukan penghapusan aset bangunan pasar lama dan membangun pasar penampungan karena pengerjaan fisik pasar segera dimulai,” ujarnya di Malang, Jumat, 15 April 2016.

    Nantinya, pasar seluas 1.400 m² itu dibangun tiga lantai. Selain lapak, juga dibangun kios-kios untuk pedagang lama mapun baru. Jumlah pedagang lama di sana, ada 180 orang. Dengan dikembangkan sebagai pasar yang menjual produk-produk UMKM, maka ada tambahan pedagang baru, yakni pelaku usaha mikro kecil.

    Produk-produk UMKM tidak saja makanan olahan, juga produk kerajinan tangan sebagai produk oleh-oleh setelah wisatawan puas berwisata ke Batu dan Kota Malang.
    “Lokasi Pasar Bareng juga pas untuk mendukung pariwisata karena berdekatan dengan Jl Ijen,” ujarnya.

    Karena itulah, fisik Pasar Bareng juga harus bagus sehingga cocok sebagai salah satu tujuan wisata asal daerah maupun dalam kota. Dengan begitu, maka wisatawan yang datang berbelanja ke Pasar Bareng menjadi nyaman. Ada suasana rekreasinya saat mereka belanja di pasar itu.

    Sementara itu, Pemkab Malang juga terus berupaya merevitalisasi pasar rakyat di daereah tyersebut. Tahun ini akan merenovasi dua pasar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), yakni Pasar Wates, di Mbelung, Kecamatan Poncokusumo dan Pasar Jabung yang menelan dana sebesar Rp3,7 miliar.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang Helijanti Kuntari mengatakan dari sisi pembiyaan maka relatif cukup kecil dibanding alokasi untuk Pasar Wajak yang mencapai Rp 5 miliar.

    Dengan dana sebesar itu pun, tidak mencukupi untuk membangun seluruh bangunan di kompleks Pasar Wajak. Dana sebesar itu hanya cukup untuk membangun tidak lebih dari setengah area pasar.

    Karena itulah, kata dia, revitalisasi dua pasar itu diarahkan ada pada pembenahan atap dan drainase di Pasar Wates serta perbaikan atap serta lapak untuk pasar Jabung.

    Dengan begitu, maka masyarakat senang datang ke pasar rakyat sehingga lebih ramai daripada kondisi sebelumnya. Hal itu bisa terjadi karena pembeli merasa nyaman membeli barang-barang kebutuhan di pasar tersebut. “Pembangunan dua pasar itu masih dalam proses tender,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...