Pesawat Kalstar Terbakar di Banjarmasin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas SAR mengevakuasi penumpang pesawat maskapai Kalstar dengan Rute Ende-Kupang-Denpasar yang tergelincir di Bandara El Tari Kupang, NTT, 21 Desember 2015. Kecelakaan pesawat tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Foto: Istimewa

    Sejumlah petugas SAR mengevakuasi penumpang pesawat maskapai Kalstar dengan Rute Ende-Kupang-Denpasar yang tergelincir di Bandara El Tari Kupang, NTT, 21 Desember 2015. Kecelakaan pesawat tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Foto: Istimewa

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata membenarkan kabar bahwa pesawat Kalstar jenis ATR 72-500 mengalami kebakaran mesin di Bandara Sjamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    “Benar, kami juga menerima informasi yang sama dari kedinasan,” kata Barata kepada Tempo saat dihubungi, Jumat, 15 April 2016. Barata melanjutkan bahwa penumpang pesawat itu yang berjumlah 36 orang dalam keadaan selamat.

    Kronologi kejadian bermula pada pukul 12.00 Wita, ketika pesawat Kalstar ini lepas landas dan mengalami kebakaran di salah satu mesinnya. Kemudian, pesawat yang dikomandoi pilot bernama Richard itu kembali ke bandara tersebut.

    Pesawat tersebut bisa kembali ke bandara dengan baik meski hanya mengandalkan satu mesin. Kini, menurut Barata, pesawat tersebut sudah ditarik dan dimasukkan ke apron.

    Pesawat ATR 72-500 milik Kalstar dengan rute penerbangan Banjarmasin-Kota Baru, sebelumnya, dikabarkan mengalami kebakaran mesin. Penumpang dan awak pesawat ini dikabarkan selamat dan pesawat pun bisa mendarat dengan baik.

    Pesawat Kalstar sebelumnya juga pernah mengalami insiden. Pesawat jenis Kalstar Embraer E-195 Jet tergelincir di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin petang, 21 Desember 2015.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.