Menteri Saleh Dorong Apindo Tingkatkan Industri Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian, Saleh Husin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perindustrian, Saleh Husin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar terus berkontribusi dalam pengembangan dan peningkatan daya saing industri nasional. Pasalnya, industri merupakan sektor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penerimaan devisa negara dan penyerapan tenaga kerja. 

    Menurut Saleh, di tengah pemberlakuan pasar bebas, industri nasional harus mampu bersaing. "Untuk itu, pemerintah bersama Apindo perlu membangun sinergi yang kuat melalui pelaksanaan berbagai program dan kebijakan untuk memudahkan investor berusaha di Indonesia,” katanya pada Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Apindo Ke-XXVII di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 April 2016.

    Menteri Saleh menjelaskan, pembangunan industri nasional hingga kini telah mencapai kemajuan yang sangat berarti. Industri pengolahan nonmigas mampu tumbuh dan berkembang di tengah gejolak perekonomian nasional dan global.

    Baca Juga: Puluhan Ribu Baja Tulangan Beton Berbahaya Disita 

    Di tengah situasi perekonomian nasional yang berat sepanjang 2015, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas mampu mencapai 5,04 persen. “Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama sebesar 4,79 persen,” ujar Saleh. 

    Saleh menambahkan, sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi penyumbang kontribusi terbesar pada struktur perekonomian nasional. Berdasarkan data World Bank pada 2012-2016, kemudahan berusaha (ease of doing business) di Indonesia terus mengalami peningkatan. “Hal ini mengindikasikan bahwa memulai bisnis di Indonesia sudah menjadi lebih mudah karena adanya berbagai kebijakan dan reformasi birokrasi dalam menarik minat penanam modal,” tuturnya.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.