Ini Alasan Indonesia Menarik di Mata Investor Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obligasi Negara Ritel Seri ORI009. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Obligasi Negara Ritel Seri ORI009. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset KDB Daewoo Securities, Taye Shim, mengatakan Indonesia nampak menarik di mata investor asing. Ada beberapa alasan yang membuat Indonesi menarik di mata investor.

    "Banyak investor asing membeli aset Indonesia nampaknya karena yield yang menarik," kata Taye di Batik Kuring, Sudirman, Kamis, 14 April 2016. Ditambah lagi dengan kebijakan negative interest policy yang diadopsi oleh bank sentral utama di dunia.

    Taye menambahkan jumlah pembelian obligasi negara oleh investor asing meningkat sejak 2010. Pada 2010 ada 20,6 persen investor asing pemilik obligasi negara.
    Pada 2016, jumlah investor asing pemilik obligasi negara tercatat sebesar 31,6 persen, turun tipis dari 2015 yang mencapai 31,7 persen. Kenaikan tersebut berbanding terbalik dengan kepemilikan bank yang sejak 2012 hingga 2015 terus menurun.

    Baca: WTO Puji Cara Jokowi Reformasi Ekonomi 

    Alasan kedua menurut Taye adalah pertumbuhan ekonomi yang jelas. Selain itu, kebijakan ekonomi yang dihasilkan pemerintah juga menarik hati para investor asing.

    Taye mengatakan pengesahan Undang-Undang Tax Amnesty bisa menjadi salah satu daya tarik Indonesia di mata investor. "Kami memprediksi harga aset akan terus meningkat setelah kebijakan tersebut diimplementasikan."

    Berdasarkan data Daewoo Securities di semester pertama 2016, pertumbuhan GDP Indonesia mencapai 5,1 persen, naik dari tahun lalu yang  4,8 persen. Inflasi di Indonesia dinilai Taye masih terkendali. Rupiah pun menguat atas dolar Amerika.

    Taye menambahkan Indonesia termasuk salah satu negara dengan performa pasar ekuitas terbaik. Dibandingkan dengan negara Asia lainnya, Indonesia menempati posisi ketiga dengan 4,8 persen di bawah Thailand dan Filipina. Masing-masing berjumlah 7,1 persen dan 5,1 persen.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.