Arus Barang di Tanjung Perak Naik, Penumpang Malah Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mempersiapkan pengoperasian container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane  guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Pekerja mempersiapkan pengoperasian container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III optimistis perekonomian di bidang logistik kemaritiman di pelabuhan meski terjadi perlambatan pada tahun lalu. Hal itu terlihat dari peningkatan arus barang yang masuk di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

    Juru bicara Pelindo III cabang Tanjung Perak Oscar Yogi Yustiano mengatakan arus barang melalui Pelabuhan Tanjung Perak pada triwulan pertama 2016 tercatat 3.846.148 ton. Jumlah ini meningkat dibanding triwulan pertama pada 2015 sebesar 3.310.579 ton. "Meningkat 16 persen," kata Yogi melalui rilis tertulis, Kamis 14 April 2016.

    Perinciannya, barang yang masuk dengan general cargo pada triwulan pertama pada 2016 meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari 902.658 ton menjadi 1.172.591 ton. Sedangkan barang yang masuk dengan bag cargo meningkat 24 persen atau tercatat 354.845 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 287.159 ton.

    Yogi mengatakan, arus peti kemas di terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak selama triwulan pertama 2016 menunjukkan peningkatan 13 persen. Ini apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang terealisasi mencapai 136.050 boks atau 148.160 TEUs. Sementara itu, pada triwulan yang sama pada tahun sebelumnya tercatat 120.409 boks atau setara 130.698 TEUs.

    “Realisasi peti kemas tersebut di luar terminal peti kemas yang dikelola anak usaha Pelindo III, yakni TPS dan BJTI,” ujarnya.

    Adapun realisasi arus peti kemas di terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak terdiri dari Terminal Nilam sebesar 78.281 TEUs, Terminal Mirah sebesar 59.336 TEUs, dan Terminal Jamrud sebesar 10.543 TEUs.

    Selain peningkatan arus barang, jumlah kapal dalam satuan unit di triwulan pertama 2016 juga mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen. Triwulan pertama I tahun ini terdapat 3.357 unit kapal sementara periode sama tahun sebelumnya sebanyak 3.174 unit. Sedangkan dalam satuan gross tonnage (GT) meningkat sebesar 20 persen, triwulan I tahun ini tercapai 22.067.917 GT meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18.415.569 GT.

    Naiknya arus barang di Tanjung Perak ternyata tak dibarengi arus penumpang. Sebab, penumpang di Tanjung Perak pada triwulan pertama 2016 justru turun sebesar 9 persen. Pada triwulan pertama 2015 tercatat 109.603 orang, tahun ini malah turun menjadi 99.706 orang.

    Adapun arus hewan mengalami kenaikan, yakni pada triwulan pertama 2016 sebanyak 5.066 ekor atau meningkat 200 persen dibandingkan 2015 sebanyak 1.698 ekor. “Kenaikannya cukup signifikan hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” tutur Yogi.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.