Tak Ada Sentimen Negatif, Rupiah Bertahan di Zona Hijau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada memprediksi support (batas atas) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini berada pada level 13.050 dan resisten (batas bawah) di posisi 12.950. Adapun kemarin kurs rupiah ditutup di level 13.096 per dolar Amerika.

    “Belum adanya sentimen negatif yang menghalangi penguatan laju rupiah membuatnya masih bertahan di zona hijau melanjutkan penguatan sebelumnya,” ujar Reza melalui siaran pers, Kamis, 14 April 2016.

    Menurut Reza, penguatan nilai tukar rupiah ini merupakan imbas dari pergerakan positif laju harga komoditas dunia setelah menguatnya harga minyak dunia hingga di level US$ 42 per barel.

    Dia menambahkan, sentimen lain adalah harga batu bara acuan yang menguat sebesar 1,35 persen, dari US$ 51,6 menjadi US$ 52,3 per ton. Hal ini memperkokoh posisi mata uang berbasis komoditas, termasuk rupiah. “Saat ini rupiah diperdagangkan di pasar spot di level 13.093 per dolar Amerika,” ucapnya.

    Dia berharap kembali menguatnya nilai tukar rupiah tidak dijadikan celah para pelaku pasar mencari untung, agar rupiah mampu bertahan di tengah komoditas dunia yang masih bergerak fluktuatif. Walaupun begitu, Reza mengimbau pelaku pasar tetap mencermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.

    BAGUS PRASETIYO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.