Insiden Halim, KNKT Diberi Waktu 2 Bulan Untuk Investigasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Pesawat Batik Air Boeing 737-800 rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang bersenggolan dengan pesawat Trans Nusa berjenis ATR 42 seri 600. ANTARA/Widodo S Jusuf

    Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Pesawat Batik Air Boeing 737-800 rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang bersenggolan dengan pesawat Trans Nusa berjenis ATR 42 seri 600. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki penyebab tabrakan pesawat Batik Air dengan pesawat Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma dalam waktu dua bulan. "Menurut saya, ini karena kelalaian personel. Kalau ditanya siapa, nanti tunggu hasil penyelidikan KNKT," ujar Jonan di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu, 13 April 2016.

    Jonan membantah bahwa penyebab kecelakaan itu adalah karena berbedanya jenis frekuensi pesawat, yakni frekuensi VHF, dengan frekuensi ATC, yakni frekuensi UHF. "Itu bukan alasan terjadinya insiden itu. Buktinya, dalam 35 tahun, baru ini terjadi," tuturnya. Baca Juga: Kasus Batik Air Vs TransNusa: Ditemukan Dua Jalur Frekuensi Radio

    Dalam pidatonya di acara peluncuran aplikasi perizinan online personel operasi pesawat udara, Jonan juga sempat menyinggung mengenai kecelakaan itu. "Tunggu aja, kalau sempat, kita ganti orang deh. Saya ini memberi hadiah senang, menghukum juga bahagia."

    Pada 4 April lalu, pesawat Batik Air 7703 tujuan Jakarta-Makassar (HLP-UPG) bertabrakan dengan pesawat Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma. Kedua pesawat itu bertabrakan sekitar pukul 19.55 ketika Batik Air telah diijinkan lepas landas oleh menara pengawas (ATC).

    Akibat kecelakaan itu, bagian sayap sebelah kiri Batik Air terbakar. Trans Nusa pun mengalami kerusakan pada bagian ekor pesawat dan sayap bagian kiri. Saat itu, Batik Air membawa 49 penumpang dan 7 kru. Namun, semua penumpang  selamat.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.