Dituding Masuk Panama Papers, Ini Klarifikasi Pertamina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menampik perusahaannya memakai jasa firma hukum Mossack Fonseca untuk membuat perusahaan offshore di negara bebas dari pajak. Dia menyatakan sudah meminta klarifikasi kepada Mossack sejak pekan lalu.

    "Kami merasa (perusahaan offshore) itu enggak ada di daftar. Kami sedang mengklarifikasi, mengecek ke sana (Mossack Fonseca). Mungkin dari dokumen kami ada yang tidak lengkap," ujar Dwi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa malam, 12 April 2016.

    Dwi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan di internal Pertamina, tidak ada satu pun dokumen yang terkait dengan firma Mossack. Begitu pula dokumen anak perusahaan Pertamina di luar negeri.

    Kini Pertamina sedang menunggu hasil klarifikasi. Sembari menunggu, dia masih meminta internal Pertamina memeriksa tudingan yang termaktub dalam dokumen tertulis tersebut. "Kami masih mencari juga," ucap Dwi.

    Investigasi Tempo: Panama Papers

    Sebelumnya, juru bicara Pertamina, Wianda Pusponegoro, juga menampik dokumen ini. Menurut dia, Pertamina termasuk wajib pajak yang patuh dengan setoran terbesar di Tanah Air. "Tahun 2015, kami bayar Rp 72,5 triliun, dan 2014 Rp 65 triliun," kata Wianda.

    Sebanyak 11,5 juta dokumen Mossack yang bocor tersebut ditelisik 370 jurnalis dari 76 negara yang ikut dalam The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) sejak setahun lalu.

    Tempo merupakan satu-satunya media di Indonesia yang tergabung dalam kolaborasi lintas negara ini. Bocoran dokumen itu dipublikasikan secara serentak oleh seratus media di seluruh dunia mulai Senin, 4 April 2016.

    Tempo mendapati setidaknya ada 899 individu dan perusahaan Indonesia yang tercatat dalam dokumen itu. Sejauh ini, Tempo belum menemukan dokumen dalam Panama Papers yang mengindikasikan Pertamina merupakan klien Mossack Fonseca. 

    ROBBY IRFANY

    Catatan Koreksi: Paragraf terakhir dari berita ini dikoreksi pada Rabu 13 April 2016, pukul 20.57 wib, karena mengandung beberapa kesalahan. Bagian yang menyebutkan bahwa ada nama PT Pertamina dan PT Energi Mega Persada dalam dokumen Panama Papers tidak akurat. Redaksi mohon maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!