Pertamina Luncurkan Dexlite, Solar Baru Seharga Rp 6.750

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di samping petunjuk harga BBM di SPBU kawasan Ratulangi, Makassar, 5 Januari 2016. Harga Solar turun Rp 800 menjadi Rp5.950 per liter dari Rp6.700 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

    Warga melintas di samping petunjuk harga BBM di SPBU kawasan Ratulangi, Makassar, 5 Januari 2016. Harga Solar turun Rp 800 menjadi Rp5.950 per liter dari Rp6.700 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina meluncurkan bahan bakar diesel baru bernama Dexlite. Dexlite akan dipasarkan dengan harga Rp 6.750. Uji pasar Dexlite rencananya dilaksanakan pada Jumat, 15 April 2016.

    "Dexlite merupakan varian baru bahan bakar diesel yang dengan Cetane Number minimal 51 dan Sulfur maksimal 1.200 ppm," kata Vice President Fuel Marketing And Distribution Pertamina Afandi di Hermitage, Menteng, Selasa, 12 April 2016.

    Afandi mengatakan Dexlite merupakan hasil produksi dari kilang Balongan. Kualitas Dexlite berada di bawah Dex dan di atas Biosolar berdasarkan Cetane Number dan kandungan Sulfur. Dex mengandung CN sebesar 53 dengan sulfur 300 ppm. Sementara CN Biosolar sebesar 48 dengan Sulfur 3.000 ppm.

    Dexlite mengandung Fatty Acid Methyl Eter (FAME) sebanyak 20 persen. Selain itu, Dexlite mengandung Zat Aditif. Dengan segala spesifikasi tersebut, Afandi mengklaim Dexlite membantu performa, akselerasi, dan tenaga mesin.

    Afandi mengatakan harga jual Dexlite semasa uji pasar sebesar Rp 6.750. Harga tersebut juga berada di bawah Dex yang seharga Rp 8.400 dan Biosolar seharga Rp 5.150. Ia mengatakan harga mungkin berubah sesuai dengan kondisi pasar.

    Dalam masa uji pasar, Dexlite akan dipasarkan di 33 wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Terminal BBM yang akan dipakai berada di Jakarta. "Kalau responnya bagus, wilayah penjualan akan diperluas," kata Afandi.

    Pertamina menyiapkan 1.500 kilo liter Dexlite untuk 33 SPBU di Jabodetabek. Targetnya, sebanyak 100 ribu kilo liter dapat terjual hingga akhir tahun.

    Afandi mengatakan target pasar Dexlite diarahkan kepada sebagian pengguna Biosolar. "Kami berharap konsumen solar subsidi mau pindah ke Dexlite, begitu juga Dex," kata Afandi. Dexlite menyasar pengguna mobil kecil berbahan bakar diesel.

    Peluncuran Dexlite diharapkan bisa memberikan alternatif lain bagi konsumen. Selain itu, Afandi mengatakan produk baru ini mampu membantu pemerintah mengurangi pemakaian subsidi BBM.

    Afandi mengatakan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan Pertamina akan mengevaluasi Dexlite. Hasil evaluasi salah satunya akan menentukan harga serta lokasi dan jumlah SPBU penyedia Dexlite.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.