Infrastruktur Asian Games Diharapkan Bisa Jadi Warisan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda Manchester United (MU), Andy Cole, melihat permainan pesepakbola muda Indonesia di lapangan Gelanggang Olahraga Soemantri Brojonegoro, Jakarta, 7 Maret 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Legenda Manchester United (MU), Andy Cole, melihat permainan pesepakbola muda Indonesia di lapangan Gelanggang Olahraga Soemantri Brojonegoro, Jakarta, 7 Maret 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Dewan Kehormatan Olympic Council Asia (OCA) atau Dewan Olimpiade Asia Wei Jizhong meminta agar infrastruktur penunjang Asian Games 2018 dapat menjadi warisan bagi generasi penerus dan mempunyai konsep berkelanjutan (sustainable). 

    Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri rapat bersama kesiapan infrastruktur Asian Games 2018 yang dilaksanakan di ruang rapat Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa, 12 April 2016.

    “Apa keputusan politik dari pemerintah Indonesia, apakah untuk memuaskan Asian Games saja atau sebagai warisan bagi penerus? Saya menyarankan menjadi warisan untuk olahraga Indonesia,” tutur Wei Jizhong, seperti dikutip dari keterangan resmi.

    Rapat bersama yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono tersebut juga dihadiri Ketua Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur ASIAN Games 2018 Imam S. Ernawi, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto, serta perwakilan dari Komite Olimpiade Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pemerintah Kota Palembang.

    Wei mengungkapkan, infrastruktur yang dibangun dan direnovasi untuk pelaksanaan Asian Games dapat menjadi warisan bagi penerus bangsa pada bidang olahraga. Karena itu, segenap pemangku kepentingan harus bekerja keras agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur Asian Games berhasil dengan baik, sekaligus menjadi sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan setelah gelaran tersebut selesai.

    Menurut dia, ada beberapa hal yang harus didiskusikan agar infrastruktur tersebut menjadi berkelanjutan, yaitu harus menentukan siapa nanti yang menjadi pemilik atau pengelolanya, siapa penggunanya, dan menentukan manajemen pengelolaan pada masa depan. “Untuk membuat warisan yang baik, kita butuh kerja keras,” tutur Wei.

    Adapun Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono, yang memimpin rapat tersebut, menggarisbawahi bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kerja sama antar-stakeholder terkait untuk mencari berbagai solusi. Dia juga menyatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun melalui penugasan khusus untuk kegiatan mendesak pada 2016. Kegiatan mendesak yang dimaksud adalah penyiapan infrastruktur untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018.

    “Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum pada TA 2016 ini akan dikurangi (untuk penghematan) sebesar Rp 8,4 triliun. Namun pada saat bersamaan juga akan mendapat tambahan anggaran melalui penugasan khusus untuk kegiatan mendesak sebesar Rp 2,5 triliun,” ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.