Pemerintah Selesaikan Prinsip Dasar Kerja Sama dengan UE  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Global Head of Production H&M, Helena Helmersson (kiri) dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog (tengah) untuk membahas mengenai perkembangan pelaku Industri Fashion Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Global Head of Production H&M, Helena Helmersson (kiri) dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog (tengah) untuk membahas mengenai perkembangan pelaku Industri Fashion Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan scooping paper atau prinsip dasar atas kerja sama Indonesia dengan Uni Eropa dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) akan segera diselesaikan sebelum Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Brussels, Belgia.

    "Masih tahap scooping, tapi sedang kami kebut," kata Thomas  saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa, 12 April 2016. Thomas melanjutkan, semua pihak yang mengikuti rapat di Kementerian sedang berusaha melakukan finalisasi scooping paper itu.

    Ketika ditanya soal hal-hal yang dicantumkan dalam paper itu, Thomas menjawab setidaknya ada 9-12 hal yang utama. Namun angka tersebut bukanlah sektor, melainkan item yang akan dibahas Presiden saat bertemu dengan Uni Eropa nanti. "Beberapa hari ini akan ada konferensi pers untuk penjelasan lebih detail."

    Thomas menambahkan, contoh scooping yang dilakukan misalnya soal tarif, apakah akan mencakup 95 persen. Kemudian soal periode penyesuaiannya, apakah 7-10 tahun. "Misalnya Vietnam atau Malaysia yang sepakat mencakup 99 persen, kita masih 95 persen, jadi harus melihat bagaimana sikap kita," ucapnya. 

    Thomas menjelaskan, karena scooping hanya berupa rambu-rambu dalam perundingan atau parameter, nantinya soal spesifik 5 persen sisa dari 95 persen akan dibahas kemudian di tahapan negosiasi. "Apa yang termasuk di 5 persen atau 1 persen itu nanti di tahap negosiasi," ujarnya.

    Ketika ditanya ihwal tahapan berikutnya setelah scooping selesai dilakukan, Thomas menjawab berikutnya adalah memberikan scooping tersebut kepada Uni Eropa, yang akan membahasnya dalam parlemen Uni Eropa.

    Setelah itu, barulah negosiasi dimulai antara Indonesia dan Uni Eropa. Mengenai kapan akan segera selesai pembahasan dengan Uni Eropa soal kerja sama ini, menurut Lembong, Presiden sudah mengatakan sejak rapat kabinet pada Oktober lalu. "Sasarannya dua tahun."

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.