Geger Ecommerce: Alibaba Beli Lazada Rp 13 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Strategy Lazada Group, Magnus Elbom memaparkan perkembangan Lazada selama empat tahun terakhir dalam acara ulang tahun Lazada di Kantor Lazada Menara Agro Plaza, Jakarta, 14 Maret 2016. TEMPO/Egi Adyatama

    Chief Strategy Lazada Group, Magnus Elbom memaparkan perkembangan Lazada selama empat tahun terakhir dalam acara ulang tahun Lazada di Kantor Lazada Menara Agro Plaza, Jakarta, 14 Maret 2016. TEMPO/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan di dunia perdagangan online di Indonesia semakin panas. Alibaba Group Holding Ltd  membeli saham pengendali operator e-commerce Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara, Lazada Group SA, dalam kesepakatan senilai kurang lebih US$ 1 miliar (Rp 13 triliun).  Alibaba ingin serius menggarap pasar Asia Tenggara.

    Berdasarkan keterangan Alibaba, operator e-commerce terbesar Cina itu akan mengeluarkan dana senilai US$ 500 juta (Rp 6,5 triliun)  untuk membeli saham baru di Lazada dan saham tersedia yang sudah dimiliki investor lain, dengan nilai total US$1 miliar.

    “Dengan investasi di Lazada, Alibaba mendapat akses ke konsumen di luar Cina yang kini terus bertumbuh dan dengan tim manajemen yang telah teruji dan dan memiliki pondasi solid,” ujar Michael Evans, Presiden Alibaba, Selasa (12/4/2016).

    Baca juga:Blakblakan Ahok Soal Aguan: Sebulan Sekali Ketemu, Makan Pempek...

    Saat ini, Lazada dikendalikan oleh Rocket Internet SE yang berbasis di Jerman. Melalui pernyataan terpisah, kesepakatan itu menaksir total nilai Lazada senilai US$ 1,5 miliar. Para investor yang akan menjual sahamnya di Lazada antara lain Rocket Internet SE, Tesco Plc, dan Investment AB Kinnevik. Salah satu pemegang saham di Rocket Internet ini adalah konglomerat Antony Salim.

    Situs belanja online itu menjual berbagai barang konsumsi seperti pakaian di enam pasar Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura. Di Indonesia, Lazada bersaing dengan Mataharimall milik Lippo Group dan Tokopedia.

    Sementara itu, Tokopedia juga dikabarkan juga mendapatkan pendanaan baru dari investor senilai US$ 147 juta atau senilai Rp 1,9 triliun. Itu adalah Ini pendanaan terbesar kedua yang diterima Tokopedia, sejak Sequoia Capital dan Softbank Internet and Media Inc (SIMI) yang menggelontorkan investasi US$ 100 juta (sekitar Rp 1,3 triliun) pada 2014.

    Seperti dikutip Techinasia.com, pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya menolak menjawab tentang kepastian investor yang baru. Tokopedia mengantongi banyak investor, di antaranya adalah

    1.  Sequoia Capital dan Softbank. Keduanya pemegang saham Tokopedia sejak  2014.
    2. CK Hutchison Holdings. Grup dari  Hong Kong yang memiliki saham operator Tri di Indonesia ini disebut-sebut sebagai investor baru Tokopedia.
    3. Warburg Pincus LLC dari Amerika Serikat.

    Bisnis.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.