Pemerintah Pilih Waktu Paling Tepat Umumkan Harga BBM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tidak menunda-nunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tapi mempersiapkan lebih dahulu dana kompensasi subsidi BBM untuk masyarakat. “Pemerintah memilih timing paling tepat untuk mengumumkan harga BBM dan sekarang diberikan dulu dana kompensasi itu agar daya beli masyarakat tidak terancam,” kata Wakil Presiden Hamzah Haz kepada wartawan seusai shalat Jumat di Masjid Jami’ Darussalam, Jalan Tegalan 28 Jakarta Timur, Jumat (11/1). Pemerintah sengaja mempersiapkan dana kompensasi subsidi BBM lebih dahulu, sebelum menaikkan harga BBM. Itu dimaksudkan agar dana sebesar Rp 2,8 triliun dapat menciptakan perubahan ekonomi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dana itu akan memberikan stimulus bagi kegiatan baru perekonomian masyarakat. Sehingga, saat harga BBM dinaikkan, daya beli masyarakat dapat dipertahankan. “Jadi kita mengharapkan adanya suatu multiplier effect,” kata Wapres. Ia mengharapkan tidak apriori terhadap kenaikan BBM, sebab pengurangan subsidi itu untuk menambah pengeluaran pembangunan. Pemerintah meminta kepada seluruh masyarakat, termasuk media massa untuk mengawasi pemberian dana kompensasi subsidi BBM itu. Apalagi saat ini terdapat 55 juta keluarga pra sejahtera atau miskin. “Jika ada yang mengetahui (penyelewengan dana-red), harap menyampaikan kepada saya,” kata Hamzah. Ia memang ditugasi khusus untuk mengawasi distribusi dana tersebut oleh Presiden Megawati. Mengenai kelangkaan akibat terjadinya penimbunan BBM oleh pihak tidak bertanggung jawab, Hamzah meminta agar aparat keamanan menindaknya. Apalagi pihak Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sudah menyiapkan insentif khusus bagi polisi dalam mengungkap penimbunan dan penyelundupan BBM. “Kita juga harus menaikkan harga BBM, supaya perbedaan harga tidak terlalu jauh dengan luar negeri sehingga terjadi penyelundupan,” kata dia. (Dede Ariwibowo-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.