Menteri ESDM Yakin CNG Percepat Angka Elektrifikasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyampaikan keterangan press di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, 24 Maret 2016. Keterangan pers ini terkait atas keputusan Presiden Joko Widodo bahwa proyek kilang gas alam cair (LNG) Blok Masela dibangun di darat (onshore). Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyampaikan keterangan press di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, 24 Maret 2016. Keterangan pers ini terkait atas keputusan Presiden Joko Widodo bahwa proyek kilang gas alam cair (LNG) Blok Masela dibangun di darat (onshore). Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengaku yakin pengembangan "compressed natural gas" (CNG) atau pemadatan gas dapat mempercepat angka elektrifikasi karena gas dengan mudah bisa didistribusikan ke pembangkit listrik yang berada jauh dari pipa gas.

    "Gas yang dipadatkan ini bisa disimpan dalam tabung dan dibawa dengan kapal khusus untuk memasok energi primer bagi kebutuhan pembangkit listrik di daerah dan pulau terpencil," katanya usai meninjau PLTGU Gresik Jawa Timur, Kamis, (31 Maret 2016)

    Menurut Menteri, sekitar 50 persen pembangkit listrik pada proyek pembangkit 35.000 MW juga akan menggunakan gas termasuk dalam bentuk CNG karena harga yang lebih murah dan ramah lingkungan.

    Bersama Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PLN Amin Subekti, Menteri meninjau kesiapan Instalasi CGN Gresik yang berada di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik Jawa Timur yang diperkirakan sudah akan mulai beroperasi pada Juni 2016.

    Amin menjelaskan pembangunan CNG Plant di Gresik ini adalah bagian dari upaya PLN untuk mendukung program 35.000 megawatt dari sisi kesiapan energi primer atau gas secara umum dan kekuatan sistem kelistrikan Jawa Bali secara khusus.

    "Dengan beroperasinya CNG Plant ini menyebabkan tidak ada lagi penggunaan bahan bakar minyak pada PLTU Gresik saat beban puncak, dan saat tidak beban puncak gas yang masuk akan dipadatkan dan disimpan jadi sewaktu-waktu bisa digunakan atau dikirim ke pembangkit lain," katanya.

    Ia menjelaskan saat beban puncak di Jatim, CGN bisa menggantikan pembangkit BBM sebesar 300 megawatt atau bisa mengurangi pemakaian BBM setara 450 kilo liter per hari atau sekitar Rp2,25 miliar per harinya.

    "CNG Gresik juga dipakai untuk memasok gas ke pulau kecil di utara Gresik yaitu Pulau Bawean yang mempunyai pembangkit berdaya 1,5 megawatt," katanya.

    Menurut Amin Subekti, pemakaian gas dengan cara pemadatan atau kompresi akan mengefisienkan biaya transportasi gas dan ke depan CGN ini dikembangkan untuk memenuhi energi primer pembangkit listrik di pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau fasilitas pipa gas.

    Setelah CNG Gresik beroperasi, maka hasilnya akan dikirim menggunakan kapal khusus untuk menggerakkan pembangkit listrik di Lombok.

    "Mudah-mudahan kapal khusus pengankut CNG yang sedang dibuat di China bisa selesai akhir tahun ini. Kapal itu mampu mengangkut 23 juta kaki kubik gas," katanya.

    Ia menegaskan PLN terus konsisten membangun infrastruktur ketenagalistrikan di tanah air demi meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan berupaya mengejar rasio elektrifikasi hingga 97,4% di tahun 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?