Rupiah Ditutup Menguat 164 Poin ke Posisi Rp13.231/Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore (31 Maret 2016) bergerak menguat sebesar 164 poin menjadi Rp13.231 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.395 per dolar AS.

    Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa mata uang rupiah kembali berada di area positif di pasar valas domestik menjelang diumumkannya data ekonomi domestik pada awal April (1 April 2016) besok, tingkat inflasi menjadi salah satu yang menjadi perhatian pelaku pasar uang.

    "Dengan tingkat inflasi yang terkendali serta perekonomian domestik yang stabil maka potensi penurunan suku bunga acuan (BI rate) diharapkan kembali terbuka," katanya.

    Ia menambahkan bahwa ekonomi domestik pada kuartal I 2016 ini juga berpotensi lebih baik dibandingkan periode sebelumnya seiring dengan pemerintah yang proaktif menjaga perekonomian nasional melalui peluncuran kebijakan.

    "Sektor konsumsi dan investasi pemerintah diperkirakan menopang ekonomi domestik, situasi itu juga pada akhirnya menjaga fluktuasi rupiah di kisaran stabil dengan kecenderungan menguat," katanya.

    Sementara itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy memprediksi indeks harga konsumen Maret 2016 naik 0,25 persen, sehingga mencerminkan adanya kenaikan tingkat inflasi menjadi 4,51 persen secara tahunan, namun relatif masih terjaga.

    "Inflasi itu mengantisipasi kenaikan harga cabai dan bawang merah," katanya.

    Namun ke depannya, lanjut dia, pihaknya memprediksi tekanan inflasi akan melunak pada April 2016 karena pemangkasan harga bahan bakar minyak (BBM) dan musim panen sehingga Bank Indonesia berpotensi kembali menurunkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,5 persen.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (31 Maret 2016) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.276 dibandingkan hari sebelumnya (30 Maret 2016) Rp13.359.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.