Pelindo IV Akan Buka Pelayaran Internasional dari Kalimantan Timur dan Papua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung (kedua kiri) bersama Wakil presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) saat kunjungan kerja pembangunan Tol Laut di pelabuhan Peti kemas Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Januari 2016. Dalam kunjungan tersebut Jusuf Kalla juga Meninjau langsung proses ekspor sejumlah komoditas yang akan dikirim ke sejumlah negara di Asia. TEMPO/Iqbal Lubis

    Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung (kedua kiri) bersama Wakil presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) saat kunjungan kerja pembangunan Tol Laut di pelabuhan Peti kemas Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Januari 2016. Dalam kunjungan tersebut Jusuf Kalla juga Meninjau langsung proses ekspor sejumlah komoditas yang akan dikirim ke sejumlah negara di Asia. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV atau Pelindo IV berencana membuka jalur pelayaran langsung internasional atau direct call dari Kalimantan Timur dan Papua. 

    Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan rencana tersebut merupakan upaya percepatan arus barang ekspor-impor di Indonesia. "Setelah kami berhasil dengan Makassar Direct Call, kami mau membuka simpul ekspor di lokasi lain, yaitu di Papua dan Kalimantan, dalam waktu dekat," katanya di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rabu, 30 Maret 2016.

    Mengenai rencana pembukaan di Kalimantan, Pelindo IV ingin mengkonsolidasikan potensi ekspor dan memaksimalkan penggunaan Kalimantan Timur Kariangau Terminal (KKT). Doso melihat ada potensi ekspor di wilayah Nunukan, Tarakan hingga Samarinda.

    Baca: Ide Bos Freeport dari Papua, Luhut: Cari Nama, Jangan Satu! 

    Doso berujar hingga saat ini jalur direct call masih digodok. Rencananya, Kamis, 31 Maret 2016, Pelindo IV akan mengadakan rapat dengan Gubernur Papua dan Kalimantan Timur di tempat berbeda untuk membicarakan kemungkinan proyek tersebut.

    Doso mengaku telah melakukan survei terhadap pengusaha di Papua, Kalimantan, dan Makassar tentang lokasi ekspor. "Tujuannya hampir semua sama, yaitu ke Cina, Korea, dan Jepang. Hanya sedikit ke Eropa." 

    Berdasarkan survei tersebut, jalur internasional yang akan dibuka langsung ke Cina, Jepang, dan Korea. "Untuk yang ke Eropa nanti bisa transit di Cina. Tidak perlu ke Singapura lagi," kata Doso.

    Ketika ditanya mengenai prioritas lokasi, Doso mengatakan realisasi tercepat akan terjadi di wilayah yang pengurusan izinnya lebih cepat selesai. "Antara Kalimantan dan Papua, realisasi yang pertama, ya, yang mana saja yang paling cepat," katanya.

    Hingga saat ini, Doso mengatakan, perusahaan sudah berkomunikasi dengan Gubernur Papua. Rencananya, perjanjian kerja sama akan segera diteken dalam Rapat Kerja Bupati Papua.

    Baca Juga: Pemerintah Akan Cabut Larangan Kapal Asing Angkut Ikan 

    Mengenai masalah shipping line, Doso mengaku tidak khawatir. "Ada shipping line yang mau kok. Siapa? Masih rahasia." 

    Doso menambahkan ada tiga "pelamar" direct call. Shipping line untuk direct call Papua dan Kalimantan bisa saja sama atau berbeda.

    Kerja sama dilakukan Doso untuk menutupi mahalnya investasi di pembukaan rute baru. Pembukaan rute baru berarti harus ada tambahan kapal. "Sewa kapal bisa sampai US$ 2.500 per hari," ujarnya. Jika dibandingkan dengan Makassar Direct Call, untuk rotasi satu minggu, wilayah Makassar saja butuh 10 kapal.

    Simak: Jokowi: Di Indonesia Mau Bangun Kereta Cepat Saja Ramai 

    Doso mengatakan Pelindo IV saat ini sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Begitu pula dengan Indonesia Timur. "Pemerintah harus percaya Indonesia Timur mampu mengembangkan ekspor dan impor."

    Salah satu dukungan yang diperlukan adalah regulasi mengenai sertifikasi dan karantina. Doso berharap sertifikasi bisa dibuka di Indonesia Timur sehingga tak perlu lagi pergi ke Surabaya atau Jakarta. Begitu pula dengan karantina, Doso berharap ada ahli yang dikirim untuk mendidik warga Indonesia Timur tentang karantina.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.