Tangsel Targetkan Bentuk 700 Bank Sampah Hingga Akhir Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Wahyuni, pengelola unit Bank Sampah Hijau Lestari bersama petugas pengangkut di RW 06 Sekeloa Kota Bandung. TEMPO/Anwar Siswadi

    Sri Wahyuni, pengelola unit Bank Sampah Hijau Lestari bersama petugas pengangkut di RW 06 Sekeloa Kota Bandung. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan pembentukan bank sampah hingga akhir tahun mencapai 700 unit, dari sebelumnya yang hanya 130 bank sampah.

    “Ayo semua aparat kecamatan, termasuk RT dan RW. Setidaknya, satu RW ada bank sampah,” kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tangsel Yepi Suherman di Ciputat, Rabu (30 Maret 2016).

    Intruksi tersebut bukannya tanpa alasan karena jumlah sampah di Tangsel tiap harinya mencapai 10 ton, sedangkan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) terbatas. Dengan adanya bank sampah, diperkirakan sekitar 40% sampah bisa berkurang dan diolah di bank sampah.

    “Saya harapkan minimal di kantornya bersih, para pegawainya harus sadar. Menurut saya program ini harus diiringi penalti atau hukuman dari pemimpinnya sehingga semua bergerak,” pungkas Yepi.

    Menurutnya, untuk membuka Bank Sampah tidak perlu banyak modal karena tinggal menyiapkan sumber daya manusia untuk mengelola bank sampah tersebut.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?