Uang Palsu Bertambah 2 Kali Lipat, BI Minta Warga Waspada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. ANTARA FOTO

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada peredaran uang palsu. Dalam dua bulan pertama tahun ini, jumlah uang palsu yang ditemukan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

    Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Jundun Faisal, memaparkan sepanjang dua bulan pertama pada tahun ini ditemukan sebanyak 476 lembar uang palsu yang masuk ke BI, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 247 lembar.

    Sebanyak 60% dari total temuan yang palsu tersebut dicetak dengan pecahan 50.000-an, dan sisanya pecahan dalam nilai yang lebih tinggi. "Ini temuan hanya uang dari bank yang disetor ke Bank Indonesia, di luar sistem perbankan yang beredar di masyarakat pastinya kebih besar," paparnya di Makassar, Rabu (30 Maret 2016).

    Jundun mengatakan, pihaknya sering menerima permintaan klarifikasi dari perbankan atas uang yang diduga palsu. Jika memang uang tersebut terbukti palsu, maka segera dimusnahkan. "Kami juga sudah menandatangi nota kesepahaman dengan kepolisian untuk pelaporan uang palsu yang ditemukan, pihak kepolisian juga beberapa kali minta klarifikasi," katanya.

    Dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan masalah peredaran uang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.