Kebutuhan Pesawat di Amerika Latin Capai US$ 330 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria keluar dari jendela pilot saat terjadinya pembajakan setelah mendatar di bandara Larnaca, Siprus, 29 Maret 2016. Pesawat itu bertolak dari kota Alexandria ke Kairo di Mesir yang membawa 81 penumpang.  AP/Petros Karadjias

    Seorang pria keluar dari jendela pilot saat terjadinya pembajakan setelah mendatar di bandara Larnaca, Siprus, 29 Maret 2016. Pesawat itu bertolak dari kota Alexandria ke Kairo di Mesir yang membawa 81 penumpang. AP/Petros Karadjias

    TEMPO.CO, Jakarta - Airbus memprediksi nilai kebutuhan pesawat di Amerika Latin pada 2034 akan mencapai US$330 miliar atau setara dengan 1.990 unit pesawat berlorong tunggal dan 550 unit pesawat berbadan besar.

    Presiden Airbus untuk Amerika Latin dan Karibia Rafael Alonso memperkirakan rata-rata pertumbuhan trafik hingga 20 tahun kedepan mencapai 4,7%, atau di atas rata-rata dunia sebesar 4,6%.

     “Pertumbuhan trafik disebabkan tingginya urbanisasi. Amerika Latin menjadi kawasan dengan tingkat urbanisasi ketua tertinggi di dunia, dimana 80% populasi akan berada di kota-kota,” katanya dalam siaran pers, Rabu (30 Maret 2016).

    Dikatakan, pertumbuhan ekonomi yang konsisten juga menjadi faktor lainnya yang mendukung arus lalu lintas penerbangan di Amerika Latin, yakni sekitar 3,6% atau di atas rata-rata pertumbuhan GDP dunia 3,2%.

    Dia menilai, era rute penerbangan jarak jauh (long haul) di Amerika Latin sudah dekat. Saat ini, sejumlah maskapai domestik tengah mempertimbangkan pengadaan pesawat yang lebih besar, daya tempuh lebih jauh dan lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.