RI-Swiss Buka Peluang Kerja Sama di Bidang Energi Alternatif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menjawab pertanyaan dalam acara temu wicara bersama wartawan di rumah dinas, Jakarta, 25 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menjawab pertanyaan dalam acara temu wicara bersama wartawan di rumah dinas, Jakarta, 25 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia membuka peluang kerja sama dengan pemerintah Swiss di bidang energi alternatif demi mengurangi ketergantungan pada batu bara. Hal ini terungkap dalam kunjungan Wakil Presiden Swiss Doris Leuthard ke Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya hari ini.

    "Kita harus kurangi ketergantungan terhadap batubara. Harus ada energi alternatif. Apakah itu geothermal, hidro, solar, ataupun sampah. Nah, kebetulan pemerintah Swiss, dalam hidropower, energi listrik dan solar, memiliki pengalaman dan teknologi. Dan mereka berminat," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, usai pertemuan itu di kantornya, Rabu, 30 Maret 2016.

    Rizal mengatakan kerja sama nanti bisa tak hanya dalam bentuk bantuan teknologi dan pengalaman, namun juga dalam bentuk pembangunan pabrik untuk energi alternatif, seperti solar cell. Hal ini akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia agar tak hanya menjadi konsumen bagi energi alternatif. "Kita sambut gembira karena kita gak mau jadi pasar. Kita mau jadi produsen untuk negara ASEAN lainnya," tuturnya.

    Kesepakatan untuk mengurangi penggunaan batu bara dan energi tak terbarukan lainya sebelumnya sudah disepakati oleh sejumlah negara dalam COP21 di Paris, Prancis beberapa waktu lalu. Ketergantungan akan bahan bakar fosil itu menyebabkan kerusakan terhadap kesehatan, iklim, dan atmosfir.

    Leuthard menyampaikan bahwa kerja sama ini akan didukung Swss. Ia membuka kemungkinan pemberian bantuan untuk mendiversifikasi jenis energi. Indonesia dinilai memiliki potensi dari biomasa, geotermal, sampai tenaga surya dan air. "Saya kira strategi pemerintah tepat dalam berinvestasi di energi terbarukan dalam infrastruktur dan transportasi yang mempunyai emisi CO2 lebih kecil," kata Leuthard.

    Selain di bidang energi, mereka juga membahas peluang kerja sama di bidang transportasi dan pariwisata. Swiss dianggap Rizal telah memiliki kemapanan pengalaman dan teknologi di kedua bidang itu. Kunjungan ke Kemenko Maritim dan Sumber Daya merupakan salah satu rangkaian acara kunjungan Doria ke Indonesia. Doria juga direncakan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.