Pelindo II Kucurkan Rp 12 Triliun untuk Tanjung Priok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengelas rel kereta di proyek pembangunan Rel Kereta menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 22 Januari 2016. TEMPO/Amston Probel

    Pekerja mengelas rel kereta di proyek pembangunan Rel Kereta menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 22 Januari 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Pelindo II (Persero) Orias Petrus Moedak mengatakan Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi fokus pengembangan pelabuhan Pelindo II pada 2016. Ia berujar, pengembangan pelabuhan merupakan salah satu upaya untuk mempercepat arus barang ekspor dan impor.

    "Kami akan fokuskan pengembangan pelabuhan di Tanjung Priok," kata Orias di Menara Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rabu, 30 Maret 2016.

    Pelindo II menyiapkan dana Rp 12 triliun untuk pengembangannya. Menurut Orias, fokus pengembangan di Tanjung Priok disebabkan oleh banyaknya kegiatan ekspor-impor di sana. Sebanyak 60 persen kegiatan ekspor-impor terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok.

    Orias mengimbuhkan, selain di Tanjung Priok, Pelindo II akan mengembangkan pelabuhan di Kalimantan Barat, Bekasi, dan Sorong.  Dikatakan Orias, proyek di Kalimantan Barat membutuhkan dana Rp 5 triliun, sedangkan Papua Rp 2,5 triliun. Untuk proyek Bekasi Water Way, Pelindo II menyiapkan dana Rp 3,5 triliun.

    Pelindo II juga akan meningkatkan kapasitas alat di pelabuhan untuk mempercepat arus ekspor dan impor. Langkah lain adalah bekerja sama dengan operator terbaik dunia.

    Terkait dengan masalah dwelling time (waktu yang dibutuhkan barang untuk keluar dari pelabuhan), Orias mengatakan pihaknya tak banyak berkontribusi soal itu. "Kontribusi perhubungan dan Pelindo itu kecil dalam hal ini (dwelling time)," ucapnya.

    VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.