Dubes Uni Eropa Ingin Perdagangan Kopi Gayo ke Eropa Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran Kopi Gayo dan Batu Giok Aceh di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, 3 September 2014. Acara tersebut berlangsung sampai 6 September. Tempo/Mustafa Ismail

    Pameran Kopi Gayo dan Batu Giok Aceh di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, 3 September 2014. Acara tersebut berlangsung sampai 6 September. Tempo/Mustafa Ismail

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guerend, mengatakan, di Eropa, dikenal beberapa produk kopi yang namanya dilindungi.

    "Kopi itu berasal dari daerah dan penggunaan namanya khusus, tidak sembarangan," katanya saat berdiskusi dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Rabu, 30 Maret 2016.

    Vincent mengatakan ada ratusan contoh produk kopi yang dimaksud. "Kopi Gayo juga diakui sebagai kopi yang khusus berasal dari Aceh," ujarnya. "Kami menyebutnya Arabika Gayo."

    Ia pun berharap, tingkat perdagangan kopi Gayo ke Eropa bisa meningkat. Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Bali, Kopi Gayo mendapat ranking teratas. "Mudah-mudahan bisa lebih berkembang," katanya. Ia pun berharap, Eropa tertarik dengan kopi Arabika dari Gayo ini.

    Menurut Zaini, komoditas seperti padi, karet, kopi, jagung, kakao, dan kelapa sawit di Aceh surplus.



    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.