Laju Rupiah Belum Bisa Keluar dari Zona Merah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar A.S. REUTERS/Guadalupe Pardo

    Ilustrasi mata uang dolar A.S. REUTERS/Guadalupe Pardo

    TEMPO.COJakarta - Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada memperkirakan laju dolar Amerika Serikat kembali mengalami apresiasi dan berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah. 

    Menurut Reza, hal ini terkait dengan potensi kenaikan suku bunga The Fed menjelang pidato Yellen. 

    “Pelaku pasar yang berharap akan adanya kenaikan suku bunga dengan sikap hawkish-nya The Fed, kian memburu dolar Amerika. Akibatnya, laju rupiah belum dapat keluar dari zona merah,” kata Reza, Rabu, 30 Maret 2016. 

    Reza berpendapat, indeks dolar Amerika tersebut akan kembali memperlihatkan keperkasaannya seiring dengan adanya ekspektasi peningkatan Fed Fund Rate jelang pidato dari para petinggi The Fed.

    Dia menuturkan, ekspektasi akan hawkish The Fed telah menahan laju rupiah dalam tren pelemahannya. “Kami harap nantinya pidato The Fed dapat lebih friendly pada pasar mengingat belum sepenuhnya kondisi ekonomi Amerika dan global membaik,” ujar Reza. 

    Reza menambahkan, dengan begitu The Fed akan lebih berhati-hati dengan keputusan kenaikan tersebut. Bila kondisi ini terjadi, diharapkan pelemahan dapat tertahan sehingga laju rupiah mampu berbalik menguat meski hanya tipis. 

    Reza memprediksi dorongan terhadap rupiah hari ini akan membawanya berada di level 13.327 serta resisten di angka 13.210. “Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” tuturnya. 

    BAGUS PEASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.