PT Garam akan 'Borong' Garam Rakyat Rp 202 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani garam di Benowo, Surabaya.[TEMPO/ Dwi Narwoko; ]

    Petani garam di Benowo, Surabaya.[TEMPO/ Dwi Narwoko; ]

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Garam (Persero) menargetkan penyerapan garam rakyat di sentra-sentra produksi tahun 2016 ini. Penyerapan itu dalam rangka realisasi penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara sejak awal Januari lalu.

    “Untuk penyerapan garam rakyat tahun ini, kami menerima dana PMN Rp 222 miliar,” ujar Direktur Utama PT Garam Achmad Budiono di sela Rapat Kordinasi Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) di Hotel Sahid Surabaya, Selasa 29 Maret 2016.

    Dari total PMN yang diterimanya itu, Achmad menyatakan hanya akan menggunakan Rp 16 miliar diantaranya untuk membangun gudang penyimpanan. PT Garam berkomitmen lalu akan mengalokasikan sebagian besar, Rp 202 miliar, untuk membeli garam rakyat sebanyak 400 ribu ton.

    “Targetnya sampai habis uangnya, sampai panen berikutnya,” kata dia.

    Saat ini, kata Achmad, pihaknya segera menyiapkan instrumen untuk pencairan anggaran tersebut. Termasuk merancang sosialisasi kepada para petani di sentra-sentra garam muklai pekan depan.

    Upaya penyerapan garam rakyat itu dijanjikan pula melibatkan beberapa pihak, diantaranya HMPG. Mereka akan diarahkan menjadi satuan tugas pengawasan. “Jadi itu semuanya kami lakukan secara terkoordinir,” ujar Achmad.

    Achmad menambahkan, PT Garam berkomitmen menyerap garam rakyat dengan harga terbaik. Harga Patokan Pemerintah (HPP), kata dia, akan menyesuaikan harga pasar yang tertinggi saat ini, yakni Rp 475 per kilogram untuk Kualitas Produksi (KP) 1 di gudang.

    Mantan Direktur Utama PT Kawasan Industri Medan itu menambahkan,  sekitar 79-80 persen dari total produksi garam rakyat nasional 2015 sebesar 2,7 juta ton sudah diserap industri pengolah garam swasta. “Sudah terserap oleh pabrikan pengolah garam atau pemrosesan garam swasta, yang mengolah untuk konsumsi.”

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?