Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XI Picu IHSG Naik 7,67 Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha didampingi istri Cynthia Riza mendapatkan penjelasan dari Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyabaini terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha didampingi istri Cynthia Riza mendapatkan penjelasan dari Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyabaini terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ditutup menguat sebesar 7,67 poin merespons pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi jilid XI.

    IHSG ditutup naik 7,67 poin atau 0,16 persen menjadi 4.781,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 1,77 poin (0,21 persen) menjadi 829,31.

    Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi jilid XI yang di dalamnya terdapat pelonggaran logistik, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga dana investasi real estate (Dire) menjadi salh satu faktor yang menopang indeks BEI.

    "Penguatan indeks BEI yang tipis ini tertolong oleh investor yang antusias terhadap pengumuman paket kebijakan XI," ujarnya.

    Secara teknikal, lanjut dia, IHSG juga mulai masuk dalam area jenuh jual sehingga berpeluang besar bagi investor kembali melakukan akumulasi saham pada perdagangan selanjutnya.

    "IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.710-4.850 poin dengan kecenderungan menguat pada Rabu (30 Maret 2016) besok," paparnya.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang menghambat laju IHSG untuk bergerak lebih tinggi.

    Selain itu, lanjut dia, laporan laba perusahaan tercatat di BEI atau emiten juga belum direspons pelaku pasar saham sehingga laju indeks BEI cenderung terbatas.

    Selain dari faktor internal, ia mengatakan, investor juga masih mencemaskan kondisi ekonomi global yang belum menunjukkan pemulihan menyusul perekonomian Tiongkok yang belum sepenuhnya pulih.

    Sementara, frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 216.519 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,91 miliar lembar saham senilai Rp6,14 triliun. Sebanyak 146 saham mengalami kenaikan, 141 saham turun, dan 93 saham tidak bergerak.

    Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 20,69 poin (0,10 persen) ke level 20.366,30, indeks Nikkei turun 30,84 poin (0,18 persen) ke level 17.103,53, dan Straits Times melemah 8,73 poin (0,31 persen) ke posisi 2.821,56.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.