Jokowi Instruksikan Percepatan Pembangunan LRT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berpidato dalam peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) di Jakarta, 10 Maret 2016. PLB ini berlokasi di kawasan Industri Cipta Krida Bahari. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berpidato dalam peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) di Jakarta, 10 Maret 2016. PLB ini berlokasi di kawasan Industri Cipta Krida Bahari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kementerian dan pemerintah daerah terkait mempercepat pembangunan light rail transit, baik di Jabodetabek, Bandung Raya, maupun Palembang.

    "Kita ingin mempercepat pembangunan LRT, baik di Jakarta, Jabodetabek, Palembang, maupun Bandung Raya. Biar ini bisa kita selesaikan semuanya," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai pembangunan light rail transit di kantor Presiden, Selasa, 29 Maret 2016.

    Presiden mengatakan pembangunan di Jabodetabek dan Palembang sudah dimulai. Jokowi mendesak LRT di Jakarta segera dimulai. Selain itu, Jokowi meminta sistem transportasi, seperti LRT, mass rapid transit (MRT), dan kereta cepat benar-benar terintegrasi.

    Presiden mencontohkan LRT di Palembang yang harus terintegrasi ke bandar udara atau kereta cepat yang menuju bandara. "Semua sudah harus dikalkulasi, dihitung, sehingga menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memakai moda transportasi yang disenangi," katanya.

    Selain itu, percepatan pembangunan LRT dilakukan karena adanya event Asian Games 2018. Presiden berharap LRT sudah bisa digunakan untuk mendukung kelangsungan Asian Games. Jokowi meminta masalah yang terkait dengan izin trase, spesifikasi teknis, biaya, sumber daya penggerak, perizinan, serta tata ruang segera diselesaikan kementerian dan pemerintah daerah terkait. 

    "Soal persinggungan dengan flyover serta mungkin trase jalur LRT dan MRT, kita harapkan semua terintegrasi," tuturnya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.