Indonesia Pameran Wisata di Moscow, Minat Warga Rusia Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang  wisatawan berenang di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. Pengunjung dapat menyaksikan karang dan biota laut yang kaya di kawasan ini. TEMPO/Hariandi Hafid

    Seorang wisatawan berenang di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. Pengunjung dapat menyaksikan karang dan biota laut yang kaya di kawasan ini. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Tercatat 470 permintaan paket wisata ke Indonesia dan 210 kontrak bisnis diperoleh pelaku bisnis pariwisata selama pameran pariwisata Moscow International Travel & Tourism (MITT), yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 26 Maret di World Expo Moskow.

    Pameran yang merupakan ajang pariwisata tahunan terbesar di Rusia sekaligus salah satu dari lima pameran pariwisata terbesar di dunia, diikuti Kementerian Pariwisata RI berkolaborasi dengan KBRI Moskow, demikian Kordinator Fungsi Ekonomi KBRI Moskow, Kiki Kusprabowo kepada Antara London, Selasa (29 Maret 2016).

    Paviliun "Wonderful Indonesia" berhiaskan aneka foto destinasi wisata Indonesia seperti Bali, Raja Ampat, Borobudur dan Mentawai ramai menarik minat pengunjung pameran. Selain menginformasikan destinasi wisata dan kekayaan budaya Indonesia, di paviliun Indonesia yang letaknya sangat strategis seluas 70 m2 juga menghadirkan tiga pelaku industri pariwisata Indonesia, yaitu Pegasus Tour, Lotus Asia Travel dan Oberoi Hotel & Resort Indonesia.

    Kepala Bidang Promosi Pasar Eropa, Kemenpar, Maria Mayabubun mengatakan kehadiran travel agents sangat bermanfaat guna memberi penjelasan langsung kepada potential buyers pariwisata mengenai paket wisata di Indonesia yang menarik, baik wisata bahari, petualangan, sport dan family trip.

    Partisipasi Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar MITT ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang cukup komprehensif dalam meningkatkan jumlah wisatawan dari Rusia dan perlu dilakukan secara reguler setiap tahunnya, ujarnya.

    Untuk menunjang promosi dan peningkatan angka kunjungan warga Rusia ke Indonesia, KBRI Moskow mengajak maskapai Emirates Airlines yang memiliki jalur penerbangan dari Moskow ke Jakarta dan Denpasar, turut berpromosi melalui ajang MITT. Penerbangan dari Rusia ke Indonesia selama ini juga dilayani maskapai Rusia Aeroflot bekerjasama dengan Garuda Indonesia sebagai sesama anggota Skyteam, yang terbang dari kota selain Moskow menuju Indonesia melalui timur tengah atau kawasan timur jauh Rusia.

    Para pengunjung yang hadir di paviliun Indonesia memperoleh berbagai brosur, peta wisata Indonesia, souvenir khas Indonesia, serta mencicipi aneka suguhan dan kopi Indonesia. Guna memeriahkan suasana, paviliun Indonesia menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya yang dibawakan para penari binaan Kementerian Priwisata RI.

    Beberapa nomor tarian yang ditampilkan adalah Tari Piring, Tari Bajidor dan Tari Jaipong. Penampilan penari dengan kostum tradisional yang sangat indah membuat pengunjung memadati paviliun, bahkan ada yang antusias ikut menari di panggung dan berfoto bersama penari. Untuk menarik atensi pengunjung, penari juga menyuguhkan kopi Indonesia yang langsung dapat dinikmati pengunjung pameran.

    Meskipun pada tahun 2015 jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia hanya 66.000 orang atau turun sekitar 26,7 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 88,7 ribu orang, namun partisipasi Indonesia di MITT diharapkan dapat meningkatkan kembali promosi wisata Indonesia terutama destinasi beyond Bali.

    Selama empat hari pameran MITT, tercatat ribuan pengunjung yang hadir, mulai dari individu, pelaku bisnis pariwisata dan perjalanan baik dari Rusia maupun mancanegara. Keikutsertaan Indonesia di MITT yang diikuti sekitar 1100 perusahaan dari 100 negara antara lain Rusia, Jerman, Belarus, Brazil, Denmark, Mesir, Inggris, Sri Lanka, Philipina, Vietnam, Myanmar, Malaysia, dan Thailand, sangatlah penting bagi industri travel dan pariwisata Indonesia guna mempromosikan destinasi wisata Indonesia maupun penjajakan kerjasama dengan mitra setempat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.