Darmin Panggil Dirut Bulog, Bahas Gabah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membawa gabah dengan sepeda motor di kawasan persawahan yang mengering di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani menyatakan hanya bisa memanen satu ton per hektar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang petani membawa gabah dengan sepeda motor di kawasan persawahan yang mengering di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani menyatakan hanya bisa memanen satu ton per hektar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memanggil Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti, Senin malam, 28 Maret 2016. Menurut Darmin, pertemuan yang berlangsung di Kementerian Koordinator Perekonomian tersebut membahas tentang gabah.

    "Menanyakan tentang perkembangan pembelian gabah," katanya seusai pertemuan. Ia menjelaskan, ketersediaan dan pembelian gabah oleh Bulog termasuk salah satu yang dicermati Kementerian.

    Ia menjelaskan, hal yang harus diperhatikan adalah musim panen kali ini agak khusus, karena bergerak mundur. Jadi ia ingin mengetahui betul produksi gabah seperti apa pada Maret atau April 2016.

    Diperkirakan, puncak panen akan terjadi pada pekan pertama dan kedua April nanti. "Kalau stok masih normal, saya cuma mengecek seperti apa pembelian gabahnya."

    Djarot menuturkan Bulog terus berkomunikasi dengan Menteri Pertanian dalam memantau stok gabah. Bulog yang selama ini hanya membeli beras sekarang terlibat dalam pembelian gabah.

    "Per hari masih 10-12 ribu ton gabah," ujar Djarot. Berdasarkan instruksi presiden, harga beli gabah adalah Rp 3.700 per liter untuk gabah kering panen dan Rp 4.600 untuk gabah kering giling.

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.