Kebijakan Susi Dikritik, Ini Kata Pedagang Ikan Muara Angke  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjemur ikan di permukiman nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Pekerja bongkar muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (6/6). TEMPO/Subekti

    Warga menjemur ikan di permukiman nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Pekerja bongkar muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (6/6). TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Qomarudin, salah satu pedagang ikan di Muara Angke, Jakarta Utara, mengatakan omzet penjualannya tahun ini meningkat dibanding beberapa tahun lalu. Kini dia bisa mendapat 8 ton ikan laut  dengan nilai Rp 180 juta. "Lebih baik tahun ini, fasilitas juga lebih memadai," kata dia saat ditemui Tempo di Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin, 28 Maret 2016.  

    Qomarudin sudah sekitar 10 tahun berjualan ikan. Ia berujar, kini harga secara keseluruhan semua tangkapan di laut cenderung meningkat. Hanya harga ikan bandeng dan udang yang menurun. Ia menyebutkan penurunan itu disebabkan oleh faktor alami, yaitu cuaca. 

    Adapun Herman, penjual udang asal Brebes, Jawa Tengah, membenarkan informasi bahwa harga udang menurun. Beberapa bulan ini, ujar dia, omzet penjualannya sekitar Rp 210 juta setiap bulan. Namun, pada periode yang sama tahun lalu, omzet penjualannya mencapai Rp 300 juta.  

    Roja, penjual ikan asal Sulawesi Selatan, mengatakan secara umum harga berbagai jenis ikan laut terbilang stabil. "Kadang, kalau lagi sepi (pasokan), harga naik. Kalau banyak, turun," katanya. Menurut dia, fluktuasi harga di Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke lebih dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim.  

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan moratorium kapal asing dan larangan transshipment. Sejumlah pihak mengkritik kebijakan itu karena dinilai telah menurunkan tingkat ekspor ikan dan produk perikanan Indonesia. Selain itu, kebijakan Menteri Susi dituding menyebabkan pasokan bahan baku ke pabrik pengolahan ikan berkurang serta turunnya pendapatan negara bukan pajak.  

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.