Kurs Rupiah Menjangkau Rp13.335 per Dolar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Kacper Pempel

    REUTERS/Kacper Pempel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak melemah menjadi Rp13.335, dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.225 per dolar AS.

    "Mata uang rupiah memimpin pelemahan di pasar uang negara berkembang terhadap dolar AS menyusul maraknya spekulasi semakin dekatnya Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuannya," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, (28 Maret 2016)

    Saat ini, lanjut dia, fokus pelaku pasar uang sedang tertuju pada data kerja Amerika Serikat. Data tersebut dapat dijadikan sebagai petunjuk kapan bank sentral AS (The Fed) menaikan suku bunga acuannya.

    "Pada pekan ini, Amerika Serikat sedianya akan merilis data tenaga kerjanya, sentimen yang beredar menunjukkan tenaga kerja naik setelah para pengusaha AS menciptakan lebih dari 200.000 pekerja di bulan Maret," katanya.

    Ia menambahkan, komentar "hawkish" dari beberapa pejabat The Fed juga telah membuat investor mengantisipasi kenaikan suku bunga paling cepat pada April tahun ini dan cenderung menghindari aset mata uang berisiko.

    Di sisi lain, lanjut dia, data manufaktur Tiongkok yang akan dirilis pada pekan ini juga menjadi fokus pelaku pasar untuk menentukan seberapa kuat dampaknya terhadap ekonomi global.

    Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan komentar "hawkish" pejabat The Fed membuat investor waspada terhadap kenaikan suku bunga AS sehingga mata uang utama dunia cenderung melanjutkan koreksi terhadap dolar AS.

    "Pekan lalu, pembuat kebijakan bank sentral AS mensinyalkan kenaikan suku bunga pada April atau Juni. Namun, keputusan itu masih tetap hati-hati dengan menyesuaikan kondisi global," katanya

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin (28 Maret 2016) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.323 dibandingkan hari sebelumnya (24/3) Rp13.250.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?