Museum Keris Senilai Rp 20 Miliar Akan Dibuka di Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empu Daliman menggosok keris menggunakan potongan jeruk untuk menghilangkan karat, 28 Oktober 2015. Keris tersebut merupakan salah satu koleksi Museum Radyapustaka. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Empu Daliman menggosok keris menggunakan potongan jeruk untuk menghilangkan karat, 28 Oktober 2015. Keris tersebut merupakan salah satu koleksi Museum Radyapustaka. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum Keris di Jalan Bhayangkara, Solo, dijadwalkan akan dibuka pada Oktober 2016. Ini dipastikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta Eny Tyasni Suzana, Senin, 28 Maret 2016.

    "Kami jadwalkan proyek Museum Keris baru dikerjakan Juni. Waktu pekerjaan tiga bulan, jadi September proyek rampung dan Oktober bisa dibuka," kata Eny.

    Museum yang dibangun dengan dana Rp 20 miliar itu diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan ke Solo.

    Tahun lalu jumlah wisatawan yang mengunjungi Solo sampai 4,2 juta orang, melebihi target pemerintah daerah sebanyak 4,1 juta orang.

    Eny mengatakan selama ini wisatawan domestik umumnya mengunjungi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Taman Balekambang, dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, serta tempat-tempat wisata kuliner di Solo.

    Sementara wisatawan mancanegara biasanya berkunjung ke Pura Mangkunegaran, Pasar Triwindu Ngarsopura, dan Keraton.

    "Ya mudah-mudahan dengan dibukanya Museum Keris bisa memberi warna baru tempat wisata di Kota Solo," katanya.

    Pemerintah daerah menargetkan selama 2016 wisatawan yang mengunjungi Surakarta mencapai 4,5 juta orang.

    "Ya kami optimis bila target kunjungan wisatawan ke Solo terpenuhi tahun ini. Januari-Februari saja yang low season jumlah kunjungan 617.489 orang. Apalagi nanti Museum Keris akan dibuka tahun ini," kata Eny.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.